TERNATE — Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Ternate tak ingin lulusannya hanya kompeten secara klinis. Institusi pendidikan vokasi ini menggandeng Lembaga Kursus Bahasa Inggris Belajarin untuk meluncurkan program Kelas Internasional. Tujuannya jelas: mencetak tenaga kesehatan yang tak hanya ahli di bidangnya, tapi juga fasih berkomunikasi dalam bahasa asing.
Kerja sama ini merupakan respons terhadap kebutuhan dunia kesehatan yang makin terbuka dan kompetitif. Penguasaan bahasa Inggris bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan dasar bagi tenaga kesehatan yang ingin berkiprah di tingkat internasional.
Dalam program Kelas Internasional, mahasiswa Poltekkes Ternate tidak akan belajar bahasa Inggris secara umum. Materi yang diberikan telah dirancang spesifik untuk kebutuhan akademik dan profesional di bidang kesehatan. Cakupannya meliputi kemampuan berbicara, menulis, membaca, hingga pemahaman mendalam tentang istilah-istilah medis dalam bahasa Inggris.
Pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa saat berkomunikasi, baik di lingkungan kampus maupun saat memasuki dunia kerja. Peluang untuk berkiprah di rumah sakit atau organisasi kesehatan luar negeri pun menjadi lebih terbuka.
Ketua Program Studi Keperawatan Poltekkes Kemenkes Ternate, Nursanti Anwar, S.Kep., NS., M.Kep., menyambut baik kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa kemampuan bahasa asing merupakan kompetensi pendukung yang vital bagi tenaga kesehatan di era global.
“Kami sangat merasakan manfaat dari program kelas internasional ini, terutama bagi mahasiswa kami. Kami berharap program ini tetap berlanjut dan terus dikembangkan ke depan,” ujar Nursanti.
Founder Belajarin, Faisal Bian, memastikan pihaknya siap mendukung peningkatan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa. Metode pembelajaran yang ditawarkan bersifat interaktif dan inovatif, disesuaikan dengan kebutuhan spesifik bidang kesehatan.
“Kami siap membantu dalam kerja sama ini untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa agar dapat berkomunikasi dengan bahasa asing secara baik dan benar, sehingga mampu bersaing secara internasional,” katanya.
Senada dengan hal itu, Tutor Bahasa Inggris program tersebut, Muhammad Nafis Husen, menilai langkah ini sangat efektif untuk memperkuat soft skill mahasiswa. Menurutnya, komunikasi bahasa asing menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan pendidikan dan dunia profesional.
“Program ini sangat efektif dan efisien untuk mendongkrak soft skill mahasiswa dalam berkomunikasi menggunakan bahasa asing, khususnya di bidang kesehatan,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi antara Poltekkes Kemenkes Ternate dan Belajarin, diharapkan terbangun lingkungan pembelajaran yang lebih kompetitif dan berorientasi global. Target utamanya adalah melahirkan tenaga-tenaga kesehatan unggul yang siap bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di panggung internasional.