SOFIFI — Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, mendorong seluruh elemen masyarakat untuk memaknai Harganas sebagai momentum refleksi, bukan ajang seremonial belaka. Menurutnya, keluarga adalah hulu dari segala kebijakan publik dan penentu arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Sarbin mengingatkan bahwa saat ini masyarakat berada dalam era perubahan cepat yang dikenal dengan istilah VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). Perkembangan teknologi dan perubahan nilai sosial disebutnya membawa pengaruh besar hingga ke lingkungan keluarga.
“Disrupsi teknologi dan perubahan sosial masuk ke lingkungan keluarga melalui gawai yang ada di tangan anak-anak kita. Karena itu, keluarga harus menjadi benteng utama dalam membimbing generasi muda,” ujar Sarbin saat membacakan sambutan Kepala BKKBN RI.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Wagub Sarbin mengajak seluruh keluarga di Maluku Utara memperkuat tiga pilar pembangunan keluarga. Ketiga pilar itu meliputi kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental.
Pemerintah daerah bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN terus memperkuat sinergi dalam membangun keluarga berketahanan. Sejumlah program prioritas telah dijalankan, mulai dari pencegahan stunting, penguatan pengasuhan anak, peningkatan peran ayah, hingga pemberdayaan lansia.
Sarbin juga menyoroti program pendampingan makan bergizi gratis yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Program ini dinilai strategis untuk menekan angka stunting dan memastikan tumbuh kembang anak optimal sejak dini.
“Keluarga adalah hulu dari segala kebijakan publik dan penentu arah pembangunan nasional,” tegas Sarbin.
Dalam kesempatan itu, Sarbin menegaskan bahwa pengasuhan anak bukan hanya tanggung jawab seorang ibu. Kehadiran ayah atau figur ayah sangat penting dalam membentuk karakter anak dan menciptakan lingkungan keluarga yang sehat.
Menurutnya, keterlibatan ayah secara aktif dapat menjadi salah satu langkah dalam mencegah fenomena fatherless, menekan angka stunting, serta membangun generasi yang tangguh dan harmonis. Tema “Ayah Wajib Hadir” dipilih untuk menekankan urgensi peran tersebut di tengah perubahan sosial yang cepat.