HALMAHERA BARAT — Operasi pencarian terhadap warga Desa Kahatola yang dilaporkan hilang setelah perahu longboat terbalik akhirnya berakhir tragis. Korban ditemukan oleh masyarakat sekitar pukul 09.10 WIT di titik koordinat 1°40’22.6?N / 127°32’09.0?E, jauh sebelum tim rescue dari Basarnas Ternate tiba di lokasi kejadian.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Ternate, Ferdinando Jofandri, mengonfirmasi bahwa informasi penemuan korban diterima pihaknya saat tim masih dalam perjalanan menuju Last Known Position (LKP). “Sekitar pukul 12.20 WIT, kami mendapat informasi dari pihak keluarga bahwa pada pukul 09.10 WIT korban telah ditemukan oleh masyarakat yang turut membantu pencarian,” ujar Ferdinando.
Setelah menerima laporan dari keluarga, Tim Rescue Basarnas Ternate tetap melanjutkan perjalanan ke lokasi untuk melakukan verifikasi dan membantu proses evakuasi. Pada pukul 13.10 WIT, jenazah korban berhasil tiba di rumah duka dan langsung diserahterimakan kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing. Ferdinando menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan nelayan Desa Kahatola yang bergerak cepat membantu pencarian sebelum tim profesional tiba.
Sejumlah pihak dikerahkan dalam operasi ini, antara lain Tim Rescue Kantor SAR Ternate, Polsek Loloda, keluarga korban, serta masyarakat dan nelayan setempat. Tidak ada unsur dari TNI atau instansi lain yang disebutkan dalam laporan resmi Basarnas.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko pelayaran menggunakan longboat di perairan Maluku Utara, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu. Masyarakat pesisir diimbau untuk selalu memakai alat keselamatan dan memeriksa prakiraan cuaca sebelum melaut.