Samsung Health Paksa Pengguna Pilih Antara Data Dipakai Training AI atau Data Dihapus Total

Penulis: Yasir  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 19:53:01 WIB
Samsung Health memberikan dua pilihan kepada pengguna: setujui data kesehatan digunakan untuk pelatihan AI atau data akan dihapus permanen.

MALUKU UTARA — Pengguna Samsung Health di seluruh dunia mulai menerima pemberitahuan persetujuan data baru dalam beberapa hari terakhir. Notifikasi ini, yang pertama kali dilaporkan oleh How-To Geek, memberikan dua pilihan yang tidak setara kepada pengguna: setujui data kesehatan Anda digunakan untuk melatih algoritma AI Samsung, atau kehilangan akses terhadap data tersebut secara permanen.

Data Apa Saja yang Akan Dipakai untuk AI?

Menurut halaman dukungan resmi Samsung, data yang akan dikumpulkan mencakup hampir seluruh aspek kesehatan yang bisa direkam oleh perangkat Galaxy. Mulai dari jumlah langkah harian, pola tidur, data pengobatan, pelacakan siklus menstruasi, hingga rekam medis lengkap seperti riwayat perawatan dan hasil tes laboratorium.

Samsung menjelaskan bahwa data tersebut akan digunakan untuk "pelatihan dan pemodelan AI, termasuk peninjauan oleh manusia," dengan tujuan meningkatkan algoritma analisis kondisi kesehatan dan fitur-fitur AI di Samsung Health. Dengan kata lain, data pribadi pengguna tidak hanya diproses oleh mesin, tetapi juga bisa diakses oleh staf Samsung secara langsung.

Apa yang Terjadi Jika Pengguna Menolak?

Konsekuensi penolakan cukup drastis. Ketika pengguna memilih opsi menolak melalui pengaturan aplikasi Samsung Health, sebuah pop-up akan muncul. Pop-up tersebut memberitahukan bahwa Samsung Health akan menghapus data pengguna dan tidak akan menyinkronkan data baru ke depannya.

Samsung menyatakan dalam pernyataan resminya: "Anda tidak akan dapat menyinkronkan data kesehatan dengan akun Samsung Anda dan data kesehatan Anda akan dihapus kecuali jika diwajibkan untuk disimpan berdasarkan hukum yang berlaku. Jika penyimpanan diwajibkan, kami akan menghapusnya segera setelah periode penyimpanan yang diwajibkan berakhir."

Implikasinya jelas: pengguna yang peduli dengan privasi data mereka harus rela kehilangan seluruh riwayat kesehatan digital yang telah mereka kumpulkan, mungkin selama bertahun-tahun. Data yang tadinya tersinkronisasi di berbagai perangkat Galaxy—dari ponsel hingga smartwatch—kini hanya akan menjadi catatan lokal di satu perangkat saja.

Mengapa Kebijakan Ini Muncul Sekarang?

Waktu pemberlakuan kebijakan ini tidak kebetulan. Samsung tengah meluncurkan desain ulang besar-besaran untuk aplikasi Samsung Health, yang mengadopsi lebih banyak fitur bertenaga AI. Selain itu, peluncuran Galaxy Watch 9 yang tinggal menghitung hari lagi juga menjadi konteks penting. Samsung jelas ingin memperkuat ekosistem kesehatan berbasis AI mereka, dan data pengguna adalah bahan bakar utamanya.

Bagi pengguna awam, istilah "pelatihan AI" mungkin terdengar abstrak. Namun, dalam praktiknya, ini berarti data detak jantung, pola tidur, dan kebiasaan olahraga Anda akan menjadi bagian dari kumpulan data raksasa yang digunakan untuk menyempurnakan algoritma Samsung. Perusahaan menjanjikan hasil akhir yang lebih baik—misalnya, analisis tidur yang lebih akurat atau deteksi masalah kesehatan yang lebih dini—tetapi dengan harga kehilangan kendali penuh atas data pribadi.

Apa yang Harus Dilakukan Pengguna Indonesia?

Bagi pengguna Samsung di Indonesia, belum ada pernyataan resmi dari Samsung Electronics Indonesia mengenai kebijakan ini. Namun, mengingat ini adalah perubahan global pada aplikasi, besar kemungkinan pengguna lokal juga akan menerima notifikasi serupa dalam waktu dekat.

Satu-satunya cara untuk menghindari penggunaan data untuk AI adalah dengan menolak persetujuan, tetapi dengan konsekuensi kehilangan data dan sinkronisasi. Alternatif lain adalah berhenti menggunakan Samsung Health sama sekali dan beralih ke aplikasi kesehatan pihak ketiga yang lebih menghormati privasi, meskipun ini berarti kehilangan integrasi erat dengan perangkat Galaxy.

Keputusan ada di tangan pengguna: memberikan data untuk kemajuan fitur AI, atau kehilangan akses terhadap data kesehatan yang sudah dikumpulkan selama ini.

Reporter: Yasir
Sumber: 9to5google.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top