KEPULAUAN SULA — Rencana pembangunan jembatan yang menjadi akses utama warga lintas desa di Kecamatan Mangoli Tengah itu sejatinya sudah ditargetkan mulai tahun 2026. Namun, kebijakan efisiensi anggaran daerah memaksa Pemkab Kepulauan Sula menunda realisasinya.
“Setelah kami dari Dinas PU melakukan perhitungan berdasarkan perencanaan, kebutuhan anggaran untuk pembangunan jembatan itu minimal sekitar Rp700 juta hingga Rp800 juta. Jadi anggaran dari TNI belum cukup,” kata Rusihan, Senin (20/7/2026).
Infrastruktur di Dusun III itu saat ini dilaporkan dalam kondisi rusak berat. Sebelumnya, Dandim 1510/Sula bersama Wakil Bupati Kepulauan Sula, M. Saleh Marasabessy, sempat meninjau langsung lokasi. Rencana awal, proyek ini akan dikerjakan melalui kolaborasi antara Pemda dan Kodim 1510/Sula.
Rusihan menambahkan, pembangunan sedianya berjalan tahun ini. “Rencananya memang tahun ini, tetapi karena terkendala anggaran, kami targetkan kembali tahun depan apabila kondisi keuangan daerah sudah normal,” imbuhnya.
Menariknya, alokasi untuk jembatan ini sempat tersedia pada 2024 lalu. Namun, proyek gagal dieksekusi akibat kesalahan administratif pada dokumen kegiatan.
“Kalau tidak salah pada 2024 pernah dianggarkan. Tetapi saat itu yang tertulis dalam dokumen kegiatan adalah pembangunan tambatan perahu, bukan rehabilitasi jembatan. Akibatnya pekerjaan tidak bisa dilaksanakan,” ungkap Rusihan.
Meski kembali tertunda, Rusihan menegaskan Pemkab Kepulauan Sula tetap berkomitmen menuntaskan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan tersebut. Fungsinya sebagai akses utama masyarakat lintas desa dinilai sangat vital.
Ke depan, Dinas PUPR akan mengkaji ulang kelayakan teknis di lapangan. “Nanti akan kami kaji kembali apakah dilakukan pembangunan baru atau rehabilitasi, setelah kondisi jembatan ditinjau lagi,” pungkas Rusihan.