TERNATE — Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, mengingatkan bahwa tantangan bangsa saat ini bukan lagi sekadar menghafal Pancasila, melainkan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu disampaikan saat membuka Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Maluku Utara Tahun 2026 di Hotel Bela, Ternate, Jumat (24/7/2026).
"Pancasila bukan hanya untuk dihafal atau dipahami secara intelektual. Generasi kita masih diwarnai berbagai penyimpangan perilaku karena nilai-nilai Pancasila belum sepenuhnya diwujudkan dalam tindakan kehidupan sehari-hari," ujar Sarbin dalam sambutannya.
Menurutnya, berbagai persoalan sosial yang masih terjadi di Maluku Utara menjadi bukti bahwa pengamalan Pancasila belum menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Ia pun mengajak generasi muda untuk memperkuat karakter kebangsaan dengan menerapkan nilai-nilai luhur tersebut secara nyata.
LCC Empat Pilar MPR RI tahun ini diikuti sembilan sekolah dari berbagai daerah di Maluku Utara. Mereka adalah SMAN 1 Tidore Kepulauan, MAN 1 Tidore, SMAN 2 Halmahera Timur, SMAN 8 Kota Ternate, SMAN 1 Pulau Taliabu, SMAN 1 Pulau Morotai, SMAN 1 Kota Ternate, SMKN 1 Kota Ternate, dan SMAN 7 Halmahera Selatan.
Setelah pembukaan, para peserta langsung menjalani babak penyisihan. Pemenang nantinya akan mewakili Maluku Utara pada Grand Final LCC Empat Pilar MPR RI di Jakarta yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Agustus 2026. Mereka akan bersaing dengan wakil dari 37 provinsi lainnya.
Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, mengatakan pelaksanaan LCC tahun ini terasa lebih istimewa. Pasalnya, sistem seleksi berbasis kabupaten dan kota diterapkan untuk memberikan kesempatan yang lebih merata bagi sekolah-sekolah di Maluku Utara.
"Sekolah yang menjadi juara nantinya tidak hanya membawa nama baik sekolah, tetapi juga akan mewakili Provinsi Maluku Utara pada Grand Final di Jakarta," ujar Siti. Ia mengapresiasi komitmen MPR RI bersama BPIP dalam memperkuat empat konsensus dasar kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Menghadapi Indonesia Emas 2045, Sarbin berharap peserta LCC menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, karakter, dan jiwa nasionalisme yang kuat. "NKRI adalah pilihan final para pendiri bangsa. Tugas generasi muda hari ini adalah mengisi pembangunan, menghentikan perbedaan yang menguras energi bangsa, serta memastikan keadilan dan keberlanjutan pembangunan," katanya.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap ajang ini menjadi sarana membangun generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan. Turut hadir dalam pembukaan itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Kepala Biro Adpim, serta dewan juri dari Universitas Khairun dan Universitas Terbuka Ternate.