Andarias berangkat ke hutan bersama tiga rekannya pada Rabu (22/7) untuk mencari kayu gaharu. Keesokan harinya pukul 14.00 WIT, rombongan memutuskan berpencar memperluas area pencarian. Saat rekan-rekannya kembali ke tenda, Andarias tidak terlihat dan tak merespons panggilan.
Pencarian mandiri dilakukan sejak Kamis sore, namun nihil. Camat Wasile melaporkan kejadian ini ke Unit Siaga SAR Haltim pada Sabtu (25/7) untuk meminta bantuan tim rescue.
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, menyatakan pihaknya segera menindaklanjuti laporan. “Tim Rescue Unit Siaga SAR Haltim langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian menggunakan kendaraan operasional (rescue car) untuk memulai penyisiran di hutan Desa Saolat,” ujarnya.
Operasi pencarian melibatkan unsur gabungan: personel Polsek Wasile, masyarakat setempat, dan keluarga korban. Pencarian difokuskan di titik lokasi kejadian (Last Known Position/LKP) tempat Andarias terakhir terlihat.
Berdasarkan data yang dirilis, korban terakhir terlihat mengenakan baju putih. Hingga kini, upaya pencarian masih berlangsung. Masyarakat yang melihat atau menemukan seseorang dengan ciri-ciri tersebut diminta segera melapor ke petugas SAR setempat.