TERNATE — Kerja sama ini tidak hanya berhenti pada seremoni penandatanganan. Rektor IAIN Ternate, Dr. Adnan Mahmud, MA, mengakui tradisi tulis-menulis di lingkungan kampusnya selama ini nyaris tenggelam. Ia menyambut baik inisiatif ICMI yang dinilainya "gayung bersambut" dengan program akselerasi guru besar di institusinya.
"Diakui tradisi tulis-menulis di kampus sangat minim, bahkan nyaris tenggelam. Gayung bersambut dengan kerja sama ini terkait dengan akselerasi guru besar di IAIN Ternate," ujar Adnan dalam sambutannya.
Adnan mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pemetaan potensi akademik dosen sebagai dasar proyeksi kebutuhan guru besar di masa mendatang. Tim kepegawaian kampus telah membuat proyeksi berapa banyak guru besar yang akan dimiliki dalam beberapa tahun ke depan.
Namun, ia menyoroti persyaratan publikasi di jurnal terindeks Scopus yang kerap menjadi penghambat utama. "Syarat Scopus menciutkan nyali dosen dan menganggapnya sebagai momok. Semoga kerja sama ini menjadi tombol pemicu semangat dosen berliterasi," imbuhnya.
Ketua ICMI Orwil Maluku Utara, Kasman Hi. Ahmad, M.Pd., yang juga menjabat Wakil Bupati Halmahera Utara, menempatkan gerakan ini dalam perspektif nilai keislaman. Baginya, perintah Iqra tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas membaca, tetapi juga dorongan untuk meneliti dan memproduksi karya tulis.
"Sinergi antara IAIN Ternate dan ICMI dihadirkan secara khusus untuk mendorong publikasi ilmiah dosen di dalam jurnal bereputasi internasional (Scopus) menuju jenjang keilmuan tertinggi," kata Kasman.
Ia menegaskan komitmen ICMI untuk memfasilitasi penguatan kapasitas penulisan akademik, khususnya artikel jurnal bereputasi. Upaya ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas akademisi yang mampu mencapai jenjang fungsional guru besar di Maluku Utara.
Realisasi awal dari nota kesepahaman ini diwujudkan melalui kegiatan Cendekia Basic Writing (CBW) II yang mengusung tema "Mentransformasi Tradisi Lisan ke Tulisan". Pelatihan ini berlangsung dua hari, Rabu-Kamis (12-13/8/2026), dan diikuti mahasiswa dari enam perguruan tinggi.
Peserta berasal dari IAIN Ternate, Universitas Khairun, Universitas Pasifik Morotai, Universitas Nuku Tidore, dan Universitas Terbuka. Adapun fasilitator pelatihan terdiri atas Herman Oesman, Asgar Saleh, Abdul Rauf Wajo, Syarifuddin Usman, Murid Tonirio, Rahman, dan Agus SB.
Kasman berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan semata, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk membangun ekosistem literasi akademik yang berkelanjutan di Maluku Utara.