DARUBA — Rahmayanti terakhir terlihat meninggalkan kediamannya di Desa Pangeo pada 29 Juli sekitar pukul 09.00 WIT. Hingga pertengahan Agustus, atau lebih dari dua pekan, keberadaannya belum ditemukan. Keluarga baru melaporkan kejadian ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pulau Morotai dua minggu setelah sang gadis pergi.
Polisi kini mengumpulkan keterangan dari pihak keluarga dan sejumlah saksi. Personel juga telah diterjunkan untuk menyisir beberapa titik di wilayah Morotai.
Saat terlihat terakhir kali, Rahmayanti mengenakan busana berwarna gelap yang dipadukan dengan celana panjang cokelat. Polres Morotai merilis ciri-ciri fisik korban untuk memudahkan penelusuran di lapangan:
Humas Polres Pulau Morotai menegaskan pentingnya peran warga dalam pengumpulan petunjuk. Setiap informasi dari masyarakat dinilai sangat berarti untuk mempercepat proses pencarian.
Di sisi lain, kepolisian mengingatkan publik agar tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi. Masyarakat juga diminta tidak mengambil tindakan sendiri yang berpotensi menghambat jalannya penyelidikan.
Warga yang melihat atau memiliki informasi valid mengenai keberadaan Rahmayanti diminta segera melapor melalui jalur resmi berikut:
Polres Morotai berharap sinergi dengan masyarakat dapat mempercepat ditemukannya Rahmayanti dalam kondisi selamat, sekaligus memberikan kepastian bagi keluarga yang menunggu di rumah.