TERNATE — Puluhan pemuda itu tidak sekadar menjadi petugas teknis. Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menegaskan mereka adalah wajah pertama yang akan dilihat tamu dan delegasi saat tiba di kota ini.
“Rakernas ini memang hanya berlangsung beberapa hari. Namun, kesempatan untuk menunjukkan bahwa anak muda Ternate mampu bekerja secara serius, terorganisir, dan kolaboratif jauh lebih besar daripada durasi acara,” tegas Rizal dalam pembekalan tersebut.
Rizal memastikan para relawan tidak akan mengambil alih fungsi teknis panitia. Mereka berperan sebagai lapisan pendukung yang bertugas memastikan pengalaman terbaik bagi tamu, delegasi, pemateri, seniman, hingga pelaku UMKM.
Sementara itu, panitia lokal tetap memegang kendali penuh atas kebutuhan operasional acara seperti panggung, tata suara, dan pencahayaan. Relawan justru dituntut peka terhadap kondisi lapangan, komunikatif, dan cepat merespons persoalan.
“Mereka juga diminta mengikuti sistem kerja yang telah disiapkan panitia pusat dan panitia lokal, bukan membuat mekanisme kerja sendiri,” tambahnya.
Untuk memaksimalkan tugas, 64 relawan dibagi ke dalam 10 tim kerja. Satu tim beranggotakan sembilan orang bertugas mendampingi pemateri, performer, area festival, dan pelaku UMKM.
Tim Event dan Stage Support berjumlah enam orang membantu kebutuhan backstage tanpa mengambil alih tugas Stage Manager. Ada pula tim Venue, Field dan Decoration Support dengan tujuh orang yang menjaga kesiapan area dan kerapian venue.
Participant Service dan Information menjadi lini terdepan dengan enam orang untuk mengarahkan pengunjung. Tim Media dan Documentation beranggotakan enam orang merekam momen dan interaksi selama kegiatan.
Sebanyak enam orang masuk tim Heritage dan Cultural Experience. Mereka bertugas memperkenalkan sejarah, narasi rempah, dan budaya Ternate kepada pengunjung. Tim Communication dan Creative Content juga berjumlah enam orang untuk mengolah dinamika lapangan menjadi konten media sosial.
Urusan administrasi, keuangan, dan laporan pertanggungjawaban ditangani lima orang. Volunteer Care dan Logistics memastikan kebutuhan internal relawan, termasuk jadwal shift dan konsumsi. Terakhir, tim Data, KPI dan Outcome Monitoring berjumlah tujuh orang mengumpulkan data pengunjung, transaksi UMKM, serta dampak sosial ekonomi kegiatan.
Setiap relawan juga diwajibkan membuat proyek pribadi bertajuk ‘My JKPI Project’. Pola kerjanya adalah Observe, Solve, Document, Share — melatih mereka mengamati persoalan, mencari solusi, mendokumentasikan proses, lalu membagikannya sebagai portofolio profesional.
Panitia menyiapkan Volunteer Awards dengan sejumlah kategori, seperti Best Volunteer, Best Project, Best Heritage Story, dan Best