TERNATE — Benteng Oranje di Kota Ternate tidak hanya menjadi saksi bisu sejarah, tetapi juga panggung pertemuan nasional. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2026 resmi dibuka di kawasan benteng peninggalan kolonial tersebut, Rabu (26/8), dengan dihadiri puluhan kepala daerah dari berbagai wilayah Indonesia.
Ketua Panitia Rakernas XII JKPI, Rizal Marsaoly, mengatakan total peserta yang diperkirakan hadir mencapai sekitar seribu orang. Dari jumlah itu, 40 kepala daerah sudah terkonfirmasi hadir pada hari pembukaan, sementara sebagian lainnya menyusul pada rangkaian acara berikutnya.
Pemilihan Benteng Oranje sebagai venue bukan tanpa alasan. Rizal menjelaskan, kawasan ini sengaja dihadirkan untuk membuktikan bahwa ruang pusaka bisa difungsikan lebih dari sekadar objek wisata sejarah.
"Di sini ada tiga elemen yang penting. Ada ruang, komunitas dan kreativitas," kata Rizal usai pembukaan Rakernas JKPI.
Menurutnya, kolaborasi antara ruang bersejarah dan kreativitas generasi muda menjadi kunci agar situs budaya tetap relevan. "Bagaimana ruang yang tercipta ini, ide yang ada, kemudian kreativitas yang dilahirkan oleh teman-teman generasi muda menjadi suatu wadah untuk kolaborasi dan sinergi," ujarnya.
Kedatangan ribuan peserta dari berbagai daerah dinilai memberi dampak langsung pada perekonomian masyarakat setempat. Rizal menyebut sektor kuliner, transportasi, hingga produk ekonomi kreatif bakal ikut bergerak selama penyelenggaraan rakernas.
"Akan berdampak ekonomi bagi masyarakat. UMKM tumbuh," tegasnya.
Ia berharap momen ini sekaligus menjadi ajang promosi produk lokal Ternate ke tamu dari luar daerah. Dengan begitu, Benteng Oranje tidak hanya menjadi simbol sejarah, tetapi juga ruang pertemuan antara budaya dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Rizal menambahkan, semangat keanggotaan JKPI adalah melestarikan kebudayaan dengan cara yang adaptif. "JKPI sendiri untuk bagaimana melestarikan kebudayaan, bagaimana cerita tentang budaya-budaya di sekitar daerah itu punya value, punya nilai di era yang ada sekarang," jelasnya.
Dalam pembukaan rakernas, turut hadir perwakilan Kedutaan Besar Belanda dan sejumlah pihak yang berkaitan dengan kebudayaan. Kehadiran delegasi tersebut memperkuat nuansa sejarah yang menjadi bagian utama dari rangkaian acara di Ternate.
Rizal berharap Rakernas XII ini menjadi ruang bagi seluruh anggota untuk saling bertukar pengalaman dan menggagas langkah bersama. "Paling tidak, semangat keanggotaan JKPI ini bertemu dalam Rakernas JKPI, bisa sama-sama menggagas apa yang harus dilakukan JKPI ke depan," pungkasnya.