MALUKU UTARA — Ini bukan sekadar upgrade kecil. Maxwell 2 ANC membawa teknologi peredam bising aktif (ANC) ke lini headset gaming premium Audeze untuk pertama kalinya, setelah Maxwell 2 reguler yang sudah saya pakai sejak rilis. Driver planar 90mm yang sama, desain yang nyaris identik, dan tambahan bobot 70 gram demi fitur ANC. Untuk kamu yang serius mempertimbangkan headset Rp 6,9 jutaan ini, ada beberapa hal yang wajib dipahami sebelum checkout.
Driver planar 90mm Audeze punya karakter yang tidak bisa ditiru headset dynamic driver biasa. Respon treble-nya super cepat dan tajam, tapi tidak pernah menusuk. Di game FPS seperti Isonzo, langkah kaki musuh terdengar jelas dan mudah dilacak posisinya. Di Sniper Elite: Resistance, vokal karakter terdengar natural—semua kerak dan serak di suara Harry Hawker bisa terdengar detail.
Sayangnya, bass-nya bukan tipe menggelegar. Ledakan artileri di Isonzo terasa kurang dalam dibanding SteelSeries Arctis Nova Pro Elite atau Razer BlackShark V3 Pro. Untungnya, ada SLAM plates yang menjaga bass tetap bersih saat di-EQ naik lewat aplikasi Audeze. Buat musik, soundstage-nya lapang untuk headset tertutup, dan pemisahan instrumen di trek orkestra Total War: Rome II terdengar fantastis.
Konektivitas mendukung 24-bit/96kHz via dongle USB-C dan LDAC untuk Bluetooth. Versi Xbox/PC mendukung Dolby Atmos, tapi unit PlayStation/PC yang saya uji tidak.
Klaim Audeze soal "ANC terbaik di gaming" bukan sekadar gimmick. Dalam pengujian, peredaman suara jalan raya dan percakapan orang di sekitar sangat efektif—istri saya sampai harus menepuk bahu karena teriakan saya tidak terdengar. Dibanding SteelSeries Nova Elite yang saya uji sebelumnya, Maxwell 2 ANC jelas lebih unggul meredam frekuensi rendah.
Tapi ada keanehan: suara klik mouse tembus dengan jelas dan terdengar nyaring, terutama saat pakai Bluetooth. Lewat koneksi 2.4GHz, frekuensi tinggi sedikit lebih teredam. Kualitas audio tidak turun signifikan saat ANC aktif, hanya soundstage terasa sedikit menyempit.
Ini masalah terbesar. Klaim resmi 35 jam dengan ANC hanya berlaku untuk koneksi Bluetooth. Saat saya pakai dongle 2.4GHz—mode yang paling umum untuk gaming—baterai turun 20 persen setiap dua jam. Artinya, total pemakaian hanya sekitar 10 jam. Untuk headset Rp 6,9 jutaan, ini sangat mengecewakan. SteelSeries Nova Pro Omni di harga lebih murah menawarkan baterai cadangan yang bisa ditukar tanpa downtime.
Bobot 1,2 pon (560 gram) terasa berat di kepala setelah sesi gaming panjang. Leher saya mulai pegal setelah 2-3 jam pemakaian. Earcup-nya juga cepat panas dan lengket, terutama di cuaca Indonesia yang lembap. Masalah yang lebih mendasar: headband suspended hanya punya tiga level penyesuaian tetap. Kalau ukuran kepalamu jatuh di antara dua level, headset akan miring—masalah yang sudah ada sejak generasi pertama Maxwell dan belum diperbaiki sampai sekarang.
Saya sempat menanyakan ini langsung ke tim desain Audeze di acara peluncuran. Mereka sadar masalahnya, tapi belum menjadikannya prioritas. Build quality-nya sendiri solid, tidak terasa murah, dengan earcup plates yang bisa diganti untuk kustomisasi.
Boom mic hypercardioid dengan beamforming mic menghasilkan suara vokal yang hangat dan jernih. Dalam panggilan tes, rekan kerja tidak mendengar suara jalan raya sama sekali meski jendela terbuka. Ini salah satu mikrofon headset gaming terbaik yang pernah saya uji.
Kalau prioritas utamamu adalah kualitas suara terbaik untuk gaming dan musik, dan kamu butuh ANC karena lingkungan berisik, Maxwell 2 ANC adalah satu-satunya headset planar dengan ANC di pasaran. Tapi kalau kamu tidak butuh peredam bising, Maxwell 2 biasa di harga USD 329 (sekitar Rp 5,3 juta) adalah pilihan yang jauh lebih masuk akal—driver dan kualitas suaranya identik.
Untuk kamu yang lebih mementingkan kenyamanan sesi gaming panjang, Razer BlackShark V3 Pro di USD 249 menawarkan ANC dan bobot jauh lebih ringan, walau kualitas suaranya tidak bisa menyaingi planar Audeze. Maxwell 2 ANC adalah produk niche untuk audiophile yang butuh ANC—mereka yang rela membayar mahal demi detail suara yang tidak bisa diberikan headset lain, dan siap menerima kompromi di bobot, baterai, dan kenyamanan.