MALUKU UTARA — Kabar terbaru datang dari bocoran harga yang beredar sebelum peluncuran resmi. POCO X8 dikabarkan dipatok INR 28.000–30.000 (sekitar Rp5,4–5,8 juta), sementara X8 Power menyentuh INR 35.000 (Rp6,7 juta). Perlu ditegaskan, ini masih rumor dan hasil konversi langsung dari pasar India — belum termasuk pajak, biaya distribusi, dan strategi harga POCO Indonesia yang biasanya berbeda tipis.
Ini poin jual utama kedua perangkat. X8 membawa baterai 9.000mAh dengan pengisian 67W, sedangkan X8 Power naik ke 10.000mAh dengan charging 100W. Angka segini jarang ditemui di kelas harganya — kompetitor di rentang Rp5–7 juta rata-rata baru berani di 6.000–7.000mAh.
Yang perlu diingat, kapasitas gede bukan jaminan daya tahan panjang kalau efisiensi chipsetnya boros. Belum ada data real-world, tapi kombinasi Snapdragon 6-series yang irit dan layar AMOLED seharusnya menghasilkan endurance luar biasa. X8 Power dengan 10.000mAh plus 100W berada di wilayah "isinya jarang, tapi kalau kosong cepat kenyang" —andalan untuk pemakaian berat seharian.
X8 ditenagai Snapdragon 6s Gen 4, sementara X8 Power memakai Snapdragon 6 Gen 5. Selisihnya tipis di atas kertas: chip kedua lebih baru dan efisien, dengan dukungan kamera lebih mumpuni. Buat pengguna yang main game ringan–menengah atau multitasking biasa, keduanya cukup. Tapi jangan berharap bisa ngebut di game berat setting tinggi — ini bukan kelas flagship.
Keduanya berbagi layar AMOLED 6,83 inci dengan kecerahan puncak 3.500 nits dan Gorilla Glass Victus 2. Angka itu sangat terang, nyaman dipakai di bawah sinar matahari langsung. Kamera utama 50MP dengan OIS hadir di kedua model — stabilisasi optik di kelas ini patut diacungi jempol, terutama buat video.
Bedanya: X8 Power menambahkan lensa ultrawide 8MP dan kamera depan 32MP (X8: 16MP). Kalau kamu sering selfie atau butuh sudut pandang lebih lebar, X8 Power jelas unggul. Tapi catat, ultrawide 8MP biasanya hasilnya biasa saja, bukan keunggulan signifikan. POCO X8 tanpa lensa ultrawide artinya kemampuan foto wide-angle hilang total — kompromi yang harus diterima demi harga lebih murah.
Menggunakan kurs akhir Agustus 2026, X8 dibanderol sekitar Rp5,4–5,8 juta dan X8 Power Rp6,7 juta. Namun, sejarah POCO di Indonesia menunjukkan harga lokal kerap berbeda karena pajak, garansi resmi, dan konfigurasi RAM/storage yang dipilih untuk pasar kita. Saran saya, anggap angka di atas sebagai estimasi bawah — kemungkinan ada selisih Rp200–500 ribu saat masuk resmi.
Rumor menyebut X8 berbasis Redmi Note 17 Pro, sementara X8 Power berakar dari Redmi Note 17 Pro Max. Kalau benar, ini hal positif: basis perangkat Redmi sudah teruji di Indonesia, dari update software sampai ketersediaan suku cadang. Tapi hati-hati, POCO biasanya mengubah tuning dan bahan bodi — jadi jangan anggap identik total. Detail akhir baru bisa dikonfirmasi saat peluncuran.
Kalau prioritasmu baterai tahan 2 hari dan harga di bawah Rp7 juta, X8 Power layak masuk daftar tunggu. Yang cuma butuh sekadar update dari HP lama dengan budget pas-pasan — POCO X8 tetap pilihan rasional. Tunggu pengumuman resmi 4 September untuk spesifikasi final dan harga pasti.