PLN Bacan Jelaskan Insiden Petugas Kesetrum 380 Volt saat Perbaikan Gangguan Jaringan, Korban Jalani Rawat Jalan

Penulis: Sutomo  •  Rabu, 09 September 2026 | 11:46:01 WIB
Petugas PLN ULP Bacan mengevakuasi rekannya yang tersengat arus listrik 380 volt saat perbaikan gangguan jaringan di Halmahera Selatan.

TERNATE — Insiden kecelakaan kerja di PLN ULP Bacan, Halmahera Selatan, berujung pada evaluasi internal. Manajer PLN UP3 Ternate, Mufid Arianto, mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut dipicu kelalaian petugas di lapangan yang mengabaikan peringatan rekan kerja.

Peristiwa bermula dari laporan gangguan listrik masyarakat yang masuk pukul 13.47 WIT. Saat penanganan, Hendrian tersenggol induksi trafo. Ia sempat merasa aman karena mengira aliran listrik di bagian bawah telah dipadamkan sepenuhnya.

“Sebenarnya posisi aliran listrik yang di bawah sudah dipadamkan. Namun, saat bertugas di atas dekat posisi trafo, petugas yang di bawah sudah mengingatkan agar tegangan dibebaskan atau dimatikan sepenuhnya,” ungkap Mufid, Rabu (9/9/2026).

Korban Selamat Berkat APD Lengkap

Hendrian tidak sampai terjatuh dari ketinggian trafo. Sistem pengaman pada APD yang dikenakannya menahan tubuhnya dengan baik, sehingga ia terhindar dari fatalitas.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka bakar ringan di bagian tangan dan paha. Berdasarkan surat keterangan rumah sakit, Hendrian diinstruksikan beristirahat selama lima hari sebelum kembali bekerja.

“Tidak ada luka berat, operasi, patah tulang, atau cacat permanen,” tegas Mufid. Seluruh biaya perawatan dan pengobatan korban ditanggung penuh oleh perusahaan serta dijamin melalui BPJS Ketenagakerjaan.

PLN Perketat Pengawasan SOP K3

Menyikapi insiden ini, PLN UP3 Ternate memastikan bakal memperketat kedisiplinan jajaran petugas terhadap Standard Operating Procedure (SOP) keselamatan kerja (K3).

Mufid mengakui bahwa secara dokumen, izin kerja dan SOP sebenarnya sudah lengkap. Prosedur safety briefing sebelum bekerja juga rutin dilakukan. Namun, rasa percaya diri berlebihan membuat petugas menganggap remeh prosedur.

“Ini menjadi bahan evaluasi penting kami untuk meningkatkan awareness petugas terhadap SOP,” pungkasnya.

Reporter: Sutomo
Sumber: tandaseru.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top