MALUKU UTARA — Kawasan Bandungan, Kabupaten Semarang, sudah lama jadi langganan wisatawan yang ingin kabur sebentar dari panas kota. Selain panorama pegunungan, daya tarik utamanya adalah kuliner yang tersebar dari warung pinggir jalan sampai restoran bernuansa alam. Baik solo traveler maupun rombongan keluarga bisa puas menjelajahinya.
Ikon kuliner Bandungan ini dibuat tanpa bahan pengawet kimia. Teksturnya padat tapi lembut, paling nikmat disantap hangat bersama cocolan sambal kecap pedas manis. Cocok jadi camilan pembuka sebelum lanjut ke hidangan lain.
Berada di jalur menuju Candi Gedong Songo, warung ini sudah dirintis sejak 16 tahun lalu. Daging kelinci Australia yang dipakai terkenal gempal. Jadi pilihan pas kalau ingin mencoba olahan daging yang beda dari biasanya.
Bakso ini sudah legendaris sejak tahun 1975. Artinya, resepnya bertahan lebih dari empat dekade dan tetap jadi buruan pengunjung. Mampir ke sini rasanya seperti mencicipi sejarah kuliner Bandungan.
Kudapan inovatif ini mengubah tomat jadi camilan bertekstur kenyal. Rasanya memadukan manis dan asam segar, mirip kurma. Pilihan tepat untuk oleh-oleh yang tidak biasa.
Dua sajian tradisional ini melengkapi khazanah kuliner setempat. Bubur Opak disajikan beralaskan kerupuk singkong lebar. Sementara Gethuk Cotot punya cita rasa manis dengan isian gula cair yang meleleh.
Deretan rumah makan dan kafe berkonsep alam makin melengkapi pilihan kuliner Bandungan. Restoran Tungkubumi di daerah Jimbaran menyajikan prasmanan masakan Jawa dalam bangunan rumah joglo, lengkap dengan pemandangan lanskap pegunungan dan perkotaan dari atas bukit.
Untuk keluarga yang bawa anak-anak, Bukit Alam Bandungan di kawasan Legoksari menyediakan air terjun buatan, kolam renang, hingga wahana menunggang kuda. Sementara Pondok Kopi Umbul Sidomukti dan Sky Garden Cafe di Susan Spa & Resort menawarkan suasana santai dengan pemandangan city light serta latar Gunung Ungaran.
Sebelum pulang, sempatkan berburu sayuran dan bunga krisan langsung dari petani di Sub Terminal Agribisnis Jetis. Pasar Wisata Bandungan juga beroperasi selama 24 jam, jadi kamu bisa mampir kapan saja.
Akses menuju Bandungan tergolong praktis. Wisatawan bisa pakai kendaraan pribadi lewat rute utama Semarang-Solo, atau memanfaatkan BRT Trans Jateng menuju Babadan lalu dilanjutkan angkutan lokal. Dengan variasi tempat makan dari warung pinggir jalan hingga resto bernuansa alam, menjelajahi kuliner Bandungan bakal jadi pengalaman liburan yang berkesan.