MOROTAI — Kunjungan yang berlangsung sekitar pukul 20.00 WIT itu dihadiri Camat Morotai Selatan, Kepala Desa Juanga, Kepala Desa Pandanga, sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda setempat. Agenda santai tersebut digelar untuk memperkuat persatuan sekaligus memastikan hubungan kekeluargaan antarwarga dua desa terus terjalin rukun.
Dalam pertemuan itu, Rusli menegaskan komitmennya mengayomi seluruh warga tanpa membeda-bedakan latar belakang. Menurutnya, kehadiran kepala daerah di tengah masyarakat bertujuan mempererat sinergitas demi kemajuan daerah yang dimulai dari persatuan warga desa.
"Sebagai Bupati Pulau Morotai, saya terus membuka ruang silaturahmi dan komunikasi dengan masyarakat demi memperkuat hubungan kekeluargaan yang rukun dan membangun lingkungan desa yang rukun," ujar Rusli.
Ia juga menyatakan tidak akan berpihak kepada kelompok mana pun dalam menyikapi persoalan warga. Pernyataan itu disampaikan langsung di hadapan tokoh kedua desa yang sebelumnya berselisih.
"Saya berkomitmen untuk menjadi pemimpin yang tidak memihak kepada siapa pun, menjadi bupati bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pulau Morotai," katanya.
Kunjungan ini menjadi lanjutan dari upaya mediasi awal yang dilakukan Pemerintah Daerah bersama Forkopimda. Mediasi tersebut berhasil mendamaikan pemuda Desa Juanga dan Pandanga yang sebelumnya terlibat konflik.
Rusli menilai tradisi silaturahmi punya peran penting dalam memperkuat kebersamaan antar tokoh masyarakat di kedua desa. Ia berharap pola komunikasi semacam ini terus berlanjut agar persoalan antarwarga bisa diselesaikan lewat jalur kekeluargaan.
Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai belum merinci langkah lanjutan pascakunjungan tersebut. Namun pertemuan malam itu disebut menjadi bagian dari upaya menjaga kondusivitas wilayah Morotai Selatan setelah ketegangan antardesa mereda.