TERNATE — Aksi solidaritas itu berlangsung dalam suasana tenang. Para jurnalis Kota Ternate berkumpul menyampaikan pesan kepedulian dan menggelar doa bersama untuk keselamatan kelima rekan profesi mereka.
Lima jurnalis asal Jakarta tersebut dilaporkan hilang saat menjalankan tugas meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Hingga aksi digelar, keberadaan mereka belum ditemukan.
Ketua AJI Ternate, Yunita Kaunar, menegaskan aksi ini merupakan bentuk kepedulian sesama pekerja media, terlebih para korban hilang di tengah situasi bencana.
"Ini bentuk solidaritas kami untuk rekan-rekan jurnalis yang sedang dalam situasi sulit. Kami berharap mereka segera ditemukan dalam kondisi selamat," ucap Yunita.
Yunita menambahkan, risiko kerja tidak dapat dipisahkan dari tugas jurnalistik di lapangan. Dalam kondisi bencana, jurnalis tetap berada di garis depan demi menyampaikan informasi kepada publik.
Melalui aksi nyala lilin ini, AJI Ternate juga mengingatkan publik mengenai besarnya risiko di balik informasi yang mereka terima. Para jurnalis sering kali harus bersiaga di lokasi dengan kondisi tidak menentu.
Erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu penugasan berisiko tinggi bagi awak media. Medan yang tidak stabil dan aktivitas vulkanik yang terus berlangsung memperbesar bahaya bagi siapa pun yang berada di sekitar kawasan.
Aksi solidaritas tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama. Para jurnalis yang hadir berharap kelima rekan mereka segera ditemukan dalam keadaan selamat.