Harga Emas Pegadaian Senin 28 September 2026: Antam Rp 2,636 Juta per Gram

Penulis: Ragil  •  Senin, 28 September 2026 | 14:34:31 WIB
Pegadaian memperbarui daftar harga emas batangan Antam, UBS, dan Galeri24 pada Senin (28/9/2026).

MALUKU UTARA — Harga emas di Pegadaian pada Senin (28/9/2026) menempatkan Antam di posisi tertinggi dengan Rp 2.636.000 per gram, disusul UBS Rp 2.553.000 dan Galeri24 Rp 2.527.000 per gram. Selisih harga antarproduk mencerminkan perbedaan kemasan, sertifikasi, dan likuiditas masing-masing emas batangan. Bagi investor ritel, tiga produk ini menjadi pilihan utama karena bisa dibeli mulai ukuran 0,5 gram.

Paragraf pembuka: Pegadaian memperbarui daftar harga emas batangan untuk tiga merek dagang yang dijual perseroan, yakni Antam, UBS, dan Galeri24. Mengutip laman resmi Pegadaian, harga yang tercantum berlaku pada waktu pengambilan data dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar global.

Antam Pimpin Harga, Galeri24 Paling Terjangkau

Emas Antam ukuran 1 gram dipatok Rp 2.636.000, menjadikannya yang termahal di antara ketiga produk. UBS 1 gram berada di Rp 2.553.000, sedangkan Galeri24 1 gram dibanderol Rp 2.527.000.

Untuk ukuran terkecil 0,5 gram, Antam dijual Rp 1.370.000, UBS Rp 1.380.000, dan Galeri24 Rp 1.325.000. Menariknya, di ukuran ini UBS justru lebih mahal dari Antam.

Pilihan ukuran tiap produk berbeda. Antam dan Galeri24 menyediakan hingga 100 gram dan 1.000 gram, sementara UBS dibatasi sampai 500 gram.

Rincian Harga per Ukuran

Berikut daftar harga emas Pegadaian untuk ketiga produk pada perdagangan hari ini:

  • Antam: 0,5 g Rp 1.370.000; 1 g Rp 2.636.000; 2 g Rp 5.212.000; 3 g Rp 7.792.000; 5 g Rp 12.952.000; 10 g Rp 25.847.000; 25 g Rp 64.491.000; 50 g Rp 128.900.000; 100 g Rp 257.721.000
  • UBS: 0,5 g Rp 1.380.000; 1 g Rp 2.553.000; 2 g Rp 5.066.000; 5 g Rp 12.519.000; 10 g Rp 24.906.000; 25 g Rp 62.142.000; 50 g Rp 124.029.000; 100 g Rp 247.959.000; 250 g Rp 619.714.000; 500 g Rp 1.237.974.000
  • Galeri24: 0,5 g Rp 1.325.000; 1 g Rp 2.527.000; 2 g Rp 4.993.000; 5 g Rp 12.391.000; 10 g Rp 24.717.000; 25 g Rp 61.461.000; 50 g Rp 122.825.000; 100 g Rp 245.528.000; 250 g Rp 612.311.000; 500 g Rp 1.224.621.000; 1.000 g Rp 2.449.240.000

Analis Wall Street Terbelah soal Arah Sepekan

Survei Emas Mingguan Kitco menunjukkan investor ritel masih optimistis terhadap prospek emas, meski kinerja pekan lalu melemah. Dari 14 analis yang berpartisipasi, pandangan mereka terbagi hampir merata antara bullish, bearish, dan netral.

Sebanyak lima analis atau 36 persen memperkirakan harga emas menguat pekan ini. Jumlah yang sama memproyeksikan harga bergerak mendatar namun fluktuatif, sedangkan 29 persen sisanya melihat peluang penurunan.

Di kubu investor ritel, jajak pendapat daring Kitco mencatat 152 suara. Mayoritas, yakni 57 persen atau 86 pedagang ritel, memprediksi harga naik. Sebanyak 23 persen atau 35 orang memperkirakan turun, dan 20 persen atau 31 investor melihat harga cenderung stagnan.

Target US$ 4.400 dan Beban Bunga Utang AS

Direktur Pelaksana Bannockburn Global Forex, Marc Chandler, memperkirakan harga emas menguat pekan ini dengan asumsi ekspektasi terhadap The Federal Reserve sudah hampir mencapai puncaknya. Menurut dia, rilis data deflator PCE Agustus dan pertumbuhan lapangan kerja September yang tampak lebih lemah dari Agustus akan memperkuat skenario tersebut.

Chandler menyebut harga emas perlu menembus US$ 4.400 agar pergerakannya dianggap signifikan.

Analis Senior Barchart.com, Darin Newsom, menilai kontrak berjangka emas pengiriman Desember berada dalam kondisi oversold pada grafik harian jangka pendek. "Perlu dicatat, secara fundamental tidak ada yang berubah. Imbal hasil obligasi pemerintah AS terus meningkat akibat inflasi, sementara bank-bank sentral terus membeli emas," ujar Newsom.

Presiden dan COO Asset Strategis International, Rich Checkan, juga memproyeksikan harga emas naik. Menurut dia, investor mulai menyadari ada batas sejauh mana The Fed dapat menaikkan suku bunga, karena beban pembayaran bunga utang AS saat ini mencapai US$ 1,6 triliun atau sekitar Rp 28.843 triliun per tahun, setara 4 persen dari total utang US$ 40 triliun.

"Dan karena Kongres tidak akan pernah berhenti melakukan pengeluaran berlebih, harga emas akan naik. Ini ada kesimpulan yang sangat jelas," ujar Checkan.

Sementara itu, Chief Market Strategist SIA Wealth Management, Colin Cieszynski, bersikap netral terhadap pergerakan emas pekan ini.

Penutup: Bagi masyarakat yang ingin berinvestasi emas melalui Pegadaian, harga Antam, UBS, dan Galeri24 pada hari ini bisa menjadi acuan sebelum bertransaksi. Perlu diingat, harga emas di Pegadaian dapat berubah kapan saja mengikuti dinamika pasar global dan kebijakan suku bunga The Fed.

Reporter: Ragil
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top