Pemkab Pulau Morotai Siapkan 110.000 Bibit Kakao, Pala, dan Kelapa untuk Petani Terdampak Kekeringan

Penulis: Ragil  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 14:31:32 WIB
Dinas Pertanian Pulau Morotai menyiapkan 110.000 bibit kakao, pala, dan kelapa untuk petani terdampak kekeringan.

PULAU MOROTAI — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pulau Morotai menyiapkan 110.000 bibit tanaman perkebunan bagi petani yang tanamannya rusak akibat musim kemarau dan kebakaran. Bantuan itu dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Komposisinya mencakup kakao, pala, kelapa Bido, dan kelapa dalam.

Tamhid Bilo, yang memberikan keterangan mewakili Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pulau Morotai, menyebut bantuan disiapkan sebagai langkah mengantisipasi dampak musim kemarau. Selain itu, bibit dipersiapkan untuk mengganti tanaman petani yang mengalami kerusakan.

"Totalnya ada 110.000 bibit. Terdiri dari 40.000 bibit kakao, 30.000 bibit pala, 30.000 bibit kelapa Bido, dan 10.000 bibit kelapa dalam," kata Tamhid, Jumat, 2 Oktober 2026.

Rincian 110.000 Bibit: Kakao hingga Kelapa Dalam

Kakao menjadi komoditas dengan jumlah bibit terbanyak, yakni 40.000 batang. Pala menyusul 30.000 batang, disusul kelapa Bido 30.000 batang, dan kelapa dalam 10.000 batang. Seluruh bibit dialokasikan khusus untuk petani yang terdampak kekeringan maupun kebakaran.

Menurut Tamhid, proses administrasi pengadaan bibit telah rampung setelah diverifikasi oleh Balai Besar Ambon. Seluruh persyaratan dinyatakan lengkap, sehingga pemerintah daerah tinggal menunggu proses penyaluran.

"Saat ini bibit masih menunggu penyaluran. Secara administrasi sudah diverifikasi oleh Balai Besar Ambon dan dinyatakan lengkap. Tinggal menunggu proses penyaluran," jelasnya.

Pupuk Organik 22 Ton Sudah Disalurkan, 88 Ton Menyusul Pekan Depan

Pemda Morotai tidak hanya menyiapkan bibit. Dukungan terhadap petani diperkuat melalui penyaluran pupuk organik. Sebanyak 22 ton pupuk organik telah disalurkan sekitar dua pekan lalu.

Tambahan 88 ton pupuk organik dijadwalkan tiba pada pekan depan. Penyaluran pupuk menyasar petani yang mengembangkan tanaman perkebunan di wilayah terdampak.

Tamhid mengatakan, bantuan bibit dan pupuk diharapkan membantu petani kembali mengembangkan tanaman perkebunan yang terdampak kekeringan maupun kebakaran. Langkah itu sekaligus menjaga keberlanjutan sektor perkebunan dan mendukung pemulihan ekonomi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.

"Program ini kami harapkan dapat membantu menjaga keberlanjutan sektor perkebunan sekaligus mendukung pemulihan ekonomi masyarakat petani di Kabupaten Pulau Morotai," pungkasnya.

Menunggu Penyaluran Usai Verifikasi Balai Besar Ambon

Pemerintah daerah belum menyebut jadwal pasti penyaluran bibit ke petani. Tahap yang tersisa adalah distribusi setelah verifikasi administrasi dinyatakan lengkap oleh Balai Besar Ambon.

Bagi petani di Pulau Morotai, kepastian waktu penyaluran menjadi krusial. Musim tanam yang berjalan sementara bibit masih tertahan di tahap administrasi berpotensi memperlambat pemulihan lahan perkebunan.

Reporter: Ragil
Sumber: halmaherapost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top