SANGATTA — Dinas Sosial Halmahera Timur mencatat 3.512 lansia tidak mampu sebagai penerima manfaat program perlindungan sosial sepanjang 2026. Jumlah itu tersebar di seluruh wilayah kabupaten, dari pesisir Wasile hingga kecamatan pedalaman. Penyerahan simbolis kepada perwakilan penerima menjadi penanda dimulainya penyaluran tahap dua triwulan.
Kepala Dinas Sosial Halmahera Timur Ali Sodikin menyebut bantuan yang disalurkan dalam kegiatan tersebut mencakup dua triwulan. Nilai bantuan tidak disebutkan dalam keterangan resmi, namun mekanisme penerimaan mulai diubah.
Perubahan mekanisme penyaluran menjadi perhatian utama dalam peluncuran program. Dinas Sosial menggandeng BRI Cabang Soa-Sio untuk mendorong peralihan dari tunai ke non-tunai.
"Ke depan, kami bersama BRI akan mendorong peralihan penyaluran dari tunai ke non-tunai agar bantuan dapat diterima dengan lebih mudah, aman dan tepat sasaran," kata Ali.
Perubahan ini dinilai penting karena penyaluran tunai kerap menyulitkan lansia yang tinggal jauh dari pusat kecamatan. Dengan skema non-tunai, pencairan bisa dilakukan lewat rekening tanpa harus menunggu jadwal pembagian massal.
Kegiatan peluncuran berlangsung di Kantor Desa Akedaga, Kecamatan Wasile. Sekda Ricky Chairul Richfat hadir mewakili Bupati Halmahera Timur bersama jajaran Dinas Sosial dan perangkat desa.
Usai sambutan, penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan penerima manfaat. Warga yang hadir menerima informasi jadwal pencairan berikutnya melalui pendamping desa.
Ricky memastikan pemerintah daerah akan mengevaluasi pelaksanaan program untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Hasil evaluasi itu akan dilaporkan kepada Bupati Halmahera Timur.
"Saya akan melaporkan kepada Bapak Bupati terkait pelaksanaan program ini. Kita akan melakukan evaluasi dan melihat kemungkinan untuk meningkatkan nilai bantuan pada tahun 2027, tentunya dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dan ketentuan yang berlaku," katanya.
Sejumlah warga berharap penyaluran tidak tersendat di tengah jalan. Mereka menilai bantuan tersebut dipakai untuk kebutuhan pokok sehari-hari, mulai dari beras hingga biaya berobat ke puskesmas.
Ricky menyebut bantuan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap lansia yang membutuhkan dukungan sosial.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur, saya berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi bapak dan ibu para lansia. Meskipun nilainya mungkin belum sepenuhnya memenuhi seluruh kebutuhan, mudah-mudahan bantuan ini dapat membantu dan menjadi bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat," ujarnya.
Pemkab Halmahera Timur berharap program tersebut terus diperkuat agar manfaatnya dirasakan lansia tidak mampu dan mendukung peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat di daerah.