MALUKU UTARA — Paris Motor Show ke-91 resmi dibuka di Paris pada Senin (12/10), dengan kehadiran 25 merek otomotif China yang tercatat sebagai jumlah terbanyak sepanjang sejarah pameran dua tahunan tersebut. Pameran sepekan ini mempertemukan lebih dari 100 ekshibitor dan 60 produsen otomotif, menjadikan ekspansi produsen China ke pasar Eropa sebagai sorotan utama.
Kehadiran 25 merek China di Paris Motor Show 91 menandai lonjakan dua kali lipat dibandingkan edisi 2024. Delegasi tersebut diwakili 16 produsen otomotif, termasuk BYD, XPeng, Changan, Dongfeng, dan Leapmotor, yang membawa model serta teknologi terbaru mereka ke ibu kota Prancis.
Pameran berlangsung selama sepekan di lima aula, dengan ruang pameran indoor seluas 70.000 meter persegi dan tambahan area outdoor 15.000 meter persegi. Skala ini menjadikan edisi ke-91 sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah penyelenggaraannya.
Direktur Paris Motor Show, Serge Gachot, menilai pendekatan produsen China tahun ini berbeda dari dua tahun lalu. Jika sebelumnya mereka sekadar hadir, kini fokusnya bergeser ke penguatan kesadaran merek sekaligus pencarian mitra lokal.
"Dibandingkan dengan dua tahun lalu, produsen otomotif Tiongkok kini lebih menekankan pada peningkatan kesadaran merek sekaligus mengintensifkan upaya untuk mencari mitra lokal, sehingga menunjukkan komitmen yang lebih kuat terhadap pasar Prancis dan pasar Eropa secara lebih luas," ujar Gachot.
Pergeseran ini penting dicermati. Ekspansi merek China ke Eropa menghadapi tembok tarif dan regulasi yang makin ketat, sehingga kehadiran di pameran bergengsi seperti Paris bukan sekadar pameran produk, melainkan sinyal keseriusan jangka panjang.
Merek Eropa tidak tinggal diam. Audi, Citroen, Peugeot, Renault, dan Volkswagen turut memamerkan model serta teknologi elektrifikasi terbaru mereka. Kendaraan listrik, berkendara cerdas, dan solusi mobilitas inovatif tetap menjadi tema sentral pameran tahun ini.
Artinya, persaingan di lantai pameran tidak sekadar soal jumlah merek, tetapi soal siapa yang paling siap membawa teknologi ke jalan raya Eropa dalam beberapa tahun ke depan.
Edisi kali ini mencatat sejarah tersendiri: untuk pertama kalinya, Paris Motor Show menggelar demonstrasi berkendara otonomos yang terbuka untuk masyarakat umum. Pengunjung dapat mempelajari cara kerja teknologi tersebut dan menjajal kendaraan dengan sistem kemudi pintar di kondisi jalanan sebenarnya.
Program test-drive juga diperluas. Sekitar 90 model dari 20 merek otomotif disediakan, mencakup EV berbasis baterai dan kendaraan hybrid. Lebih dari 5.000 sesi test-drive direncanakan selama pameran berlangsung, memberi pengunjung kesempatan merasakan langsung performa dan fitur teknologi model terbaru.
Rekor kehadiran merek China di Paris Motor Show 91 menegaskan satu hal: ambisi mereka masuk ke Eropa tidak surut meski menghadapi berbagai hambatan dagang. Bagi konsumen Eropa, pilihan kendaraan listrik diprediksi makin beragam dalam waktu dekat.
Bagi pasar lain, termasuk Indonesia, gelaran ini kerap menjadi ajang pratinjau teknologi yang nantinya merembet ke kawasan Asia Tenggara. Model-model yang dipamerkan di Paris sering menjadi acuan arah desain dan fitur untuk versi yang dijual di negara berkembang, meski spesifikasi dan harga akhir bisa berbeda jauh dari versi Eropa.