Tesla Kehilangan Pimpinan Perakitan Cybercab, Hijrah ke Rivian R2

Penulis: Sutomo  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:49:31 WIB
Jody Kerns meninggalkan posisinya sebagai Senior Manager Perakitan Umum Cybercab Tesla di Gigafactory Texas.

MALUKU UTARA — Jody Kerns meninggalkan jabatannya sebagai Senior Manager Perakitan Umum Cybercab di Gigafactory Texas untuk menjadi Director of General Assembly Rivian R2 di Normal, Illinois. Ini menjadi kepergian kedua pemimpin peluncuran Cybercab dari Tesla sepanjang 2026. Kepindahan tersebut diumumkan Kerns melalui unggahan LinkedIn pekan ini.

Kerns menyampaikan terima kasih kepada tim Tesla atas pengalaman yang ia jalani, mulai dari proyek WEOL hingga peluncuran Cyber Cab. Profilnya menunjukkan ia bergabung dengan Tesla pada Januari 2024 sebagai manajer akhir lini, lalu mengambil alih perakitan umum Cybercab di Austin pada Februari 2026. Bulan yang sama, Tesla mengeluarkan unit Cybercab tanpa setir pertama dari lini produksi, sehingga Kerns memimpin perakitan akhir sepanjang fase ramp-up hingga layanan komersial.

Rekam Jejak Jody Kerns di Industri Otomotif

Kerns bukan sosok yang tumbuh di Silicon Valley. Ia menghabiskan 14 tahun di Volkswagen of America, terakhir menjabat Director of Assembly pada 2021–2024. Di periode itu, ia mengelola sekitar 1.200 orang dan mengintegrasikan ID.4 ke lini yang sudah memproduksi dua model lain di pabrik Chattanooga.

Sebelum Volkswagen, ia menempuh empat tahun di departemen pengecatan Toyota. Kombinasi pengalaman ini membuat Rivian mendapatkan orang yang pernah menempatkan EV baru ke pabrik yang sedang berjalan sekaligus meluncurkan kendaraan dari nol.

Michael So, Pemimpin Cybercab Pertama yang Hengkang

Kepergian Kerns mengikuti jejak Michael So, yang menjabat Head of Cybercab NPI Tesla dari September 2024 hingga April 2026. So adalah karyawan Giga Texas pertama pada 2021, terlibat peluncuran Model Y dan Cybertruck, serta menangani proses manufaktur "unboxed", brake-by-wire, dan pintu butterfly Cybercab.

Pada Mei, So pindah menjadi VP of Product Engineering di Aalo Atomics, startup reaktor nuklir yang juga berbasis di Austin. Di bawah unggahan Kerns, So menulis bahwa ia "tidak ingin meluncurkan Cybercab dengan orang lain selain Kerns".

Tekanan Regulator di Tengah Operasi Komersial Cybercab

Waktu kepergian Kerns kurang menguntungkan bagi Tesla. Layanan komersial Cybercab di Austin dimulai 3 September, dan sepekan kemudian NHTSA menerbitkan Special Order yang meminta Tesla membuktikan di bawah sumpah bahwa kendaraan tanpa setir dan pedal rem memenuhi standar keselamatan federal.

NHTSA memperkirakan armada Robotaxi 2026, gabungan Model Y dan Cybercab, sekitar 1.000 unit. Angka ini menjadi gambaran betapa terbatasnya skala operasi yang sedang dijalankan Tesla saat menghadapi tekanan regulasi.

Rivian Sedang Menentukan Masa Depan Lewat R2

Sementara itu, Rivian berada di tengah fase ramp-up yang menentukan arah bisnisnya. Pengiriman R2 dimulai 9 Juni dari Normal, dan Rivian memproduksi 19.751 kendaraan pada kuartal ketiga. Perusahaan tetap mempertahankan panduan pengiriman 2026 di kisaran 65.000–70.000 unit.

Rivian sudah mengumpulkan dana 1,5 miliar dolar AS, sebagian untuk mengurangi risiko ramp-up tersebut. Kerns menyebut targetnya di Rivian adalah menjadikan R2 "SUV listrik terbaik di pasar".

Dampak bagi Konsumen dan Pasar EV Global

Bagi calon pembeli R2, kehadiran Kerns menambah keyakinan bahwa Rivian punya pengalaman produksi untuk mengeksekusi target volume. Sebaliknya, dua kepergian pemimpin peluncuran Cybercab dalam setahun memunculkan pertanyaan soal kesiapan Tesla memperluas armada Robotaxi di luar Austin.

Kedua perusahaan kini berada di titik krusial. Rivian harus membuktikan R2 bisa diproduksi sesuai jadwal, sedangkan Tesla perlu menjawab permintaan NHTSA tanpa kehilangan momentum layanan komersial yang baru berjalan.

Reporter: Sutomo
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top