HALMAHERA UTARA — Rombongan mahasiswa bersama dua anggota PERHAPI Maluku Utara mengikuti kunjungan lapangan ke sejumlah fasilitas operasional NHM. Fasilitas yang dikunjungi meliputi Pabrik Pengolahan Bijih Emas, Laydown Tambang Bawah Tanah Kencana dan Toguraci, serta fasilitas pengelolaan tailing dengan teknologi Dry Stack Tailing.
Dari penelusuran itu, mahasiswa memperoleh gambaran soal proses pengolahan bijih, kegiatan penambangan bawah tanah, hingga pengelolaan sisa hasil pengolahan. Seluruh tahapan mengacu pada regulasi yang berlaku dan prinsip keberlanjutan.
Setelah kunjungan lapangan, peserta mengikuti sesi pembelajaran bersama para engineer muda NHM. Materi yang disampaikan mencakup siklus pertambangan, perencanaan dan desain tambang, metode penambangan yang diterapkan di Gosowong, serta penerapan K3 di berbagai area operasional.
Sesi itu membuka ruang diskusi langsung antara mahasiswa dan praktisi. Peserta bisa memperdalam pemahaman teknis sekaligus menghubungkan teori di bangku kuliah dengan penerapannya di dunia kerja.
Perwakilan mahasiswa Student Chapter, Asri Dwi Yulianti, menyebut pengalaman tersebut memberi pemahaman lebih nyata soal praktik pertambangan. Menurutnya, pembelajaran akademis yang diperoleh selama ini masih terbatas pada teori.
"Kami akui praktik yang kami dapat di bangku kuliah masih sangat minim. Ini kesempatan yang tidak kami sia-siakan untuk belajar dan melihat langsung di NHM. Terbukti, kami mendapatkan keselarasan antara materi dari kampus dan yang kami lihat langsung di area operasional NHM ini, baik dari penjelasan para engineer maupun fasilitas pertambangannya," ungkap Asri.
Sekretaris PERHAPI Maluku Utara, Muhammad Rizal Laha, menyampaikan apresiasi kepada NHM atas sambutan dan fasilitas yang diberikan. Menurutnya, keterlibatan industri dalam kegiatan pembelajaran menjadi salah satu upaya memperluas wawasan mahasiswa mengenai praktik pertambangan.
"Kolaborasi ini menjadi bukti nyata komitmen NHM dalam mendukung kemajuan pendidikan pertambangan di Maluku Utara. Harapan kami, kegiatan kunjungan lapangan seperti ini dapat terus berlanjut," ujar Rizal.
Kepala Teknik Tambang (KTT) NHM, Rara Dodo Lawolo, menilai sinergi antara perusahaan, organisasi profesi, dan perguruan tinggi berperan penting dalam pengembangan sumber daya manusia sektor pertambangan. Kegiatan semacam ini disebutnya membantu calon tenaga profesional memahami tantangan dan tanggung jawab kerja.
"Kegiatan semacam ini dapat menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara praktisi dan mahasiswa, sekaligus membantu calon tenaga profesional memahami tantangan serta tanggung jawab dalam menjalankan kegiatan pertambangan secara aman dan bertanggung jawab," jelas Rara.
Lewat kunjungan ini, NHM memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri pertambangan di Maluku Utara. Interaksi langsung dengan praktisi dan pengenalan fasilitas operasional diharapkan menjadi bekal mahasiswa menghadapi kebutuhan industri di masa mendatang.