Luthfi/Dian Juara Dunia Junior 2026, Ganda Campuran Indonesia Kelima Sepanjang Sejarah

Penulis: Saiful  •  Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:32:31 WIB
Muhammad Luthfi Habibi/Dian Ramadhani Mukti menutup final ganda campuran Kejuaraan Dunia Junior 2026 dengan kemenangan 2-1 atas Yi Lang Feng/Meng Han Li.

MALUKU UTARA — Muhammad Luthfi Habibi/Dian Ramadhani Mukti menutup final ganda campuran Kejuaraan Dunia Junior Bulutangkis 2026 dengan kemenangan 2-1 atas Yi Lang Feng/Meng Han Li. Skor 17-15, 8-15, 16-14 memastikan gelar juara dan menempatkan pasangan Indonesia itu sebagai kampiun ganda campuran kelima sepanjang sejarah ajang individual ini.

Partai final berlangsung ketat hingga gim penentuan. Luthfi/Dian sempat kehilangan gim kedua dengan selisih tujuh poin, tetapi bangkit di gim ketiga dan menutup laga lewat duel angka panjang 16-14.

Kemenangan atas wakil China itu bukan sekadar tambahan medali. Pasangan ini menunjukkan kesiapan taktik, mental, dan fisik saat berhadapan dengan unggulan dari negara yang mendominasi sektor ganda campuran junior sejak 2013 hingga 2016.

Gelar Pertama Indonesia di Ganda Campuran Setelah Delapan Tahun

Sejak Kejuaraan Dunia Junior digelar pada 1992, Indonesia baru lima kali menempatkan pasangan di podium teratas sektor ganda campuran. Luthfi/Dian mengakhiri penantian delapan tahun setelah Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil juara pada 2018.

Rangkaian juara sebelumnya: Alfian Eko Prasetya/Gloria Emanuelle Widjaja (2011), Edi Subaktiar/Melati Daeva Oktavianti (2012), Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari (2017), lalu Leo/Indah (2018).

Ganda Campuran Jadi Sektor Paling Produktif Indonesia

Dari seluruh sektor di Kejuaraan Dunia Junior, ganda campuran adalah penyumbang gelar terbanyak untuk Indonesia. Tunggal putra baru sekali memboyong titel, sementara tunggal putri dan ganda putra masing-masing dua gelar.

  • Ganda campuran: 5 gelar (2011, 2012, 2017, 2018, 2026)
  • Ganda putra: 2 gelar
  • Tunggal putri: 2 gelar
  • Tunggal putra: 1 gelar

Tantangan Baru Menanti Setelah Gelar Junior

Jalur empat pendahulu menunjukkan risiko yang sama. Sejumlah pasangan juara dunia junior sebelumnya sempat dipecah setelah naik ke level senior, sehingga Luthfi/Dian menghadapi ujian soal keberlanjutan duet.

Bagi Indonesia, capaian ini menegaskan bahwa lini ganda campuran tetap punya pasokan atlet siap bersaing di level internasional. Nama Luthfi dan Dian kini masuk daftar kampiun junior yang layak dipantau di sirkuit senior.

Reporter: Saiful
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top