MOROTAI — Sekretaris Dinkes Morotai, dr. Tony Humbas, menyatakan instansinya masuk kepanitiaan Morotai Festival dan dipercaya sebagai koordinator bidang kesehatan. Pihaknya membagi personel ke tiga agenda: kemah Pramuka atau Pra-Morotai Festival, Pesparawi, dan puncak perayaan.
Tim medis untuk kemah Pramuka sudah diterjunkan sejak sehari sebelumnya, sementara satu tim lain disiapkan untuk peserta Pesparawi. "Sedangkan untuk Morotai Festival, kami akan bertugas penuh di sini sampai seluruh kegiatan selesai," ujar Tony di Posko Kesehatan, Jumat 23 Oktober 2026.
Selain penanganan medis bagi pengunjung yang mengalami gangguan kesehatan, posko menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis dan konsultasi kesehatan. Warga juga bisa berkonsultasi soal keluarga berencana.
Dinkes Morotai berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk menyediakan layanan donor darah selama festival berlangsung. "Selama event Morotai Festival, kami siap melayani masyarakat atau pengunjung yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan," kata Tony.
Pelayanan posko berlangsung sepanjang hari melalui sistem pembagian sif. Sif pertama bertugas pukul 08.00–15.00 WIT, lalu petugas berikutnya melanjutkan pelayanan hingga malam hari.
"Pelayanan dibuka selama 24 jam agar kebutuhan medis peserta maupun pengunjung dapat terakomodasi. Jadi pengaturan petugas dilakukan melalui sistem pembagian sif," jelas Tony.
Untuk memastikan pelayanan berjalan optimal, Dinkes Morotai menyiapkan sekitar 50 tenaga kesehatan yang bertugas sesuai kebutuhan selama rangkaian kegiatan.
Tony mengimbau masyarakat dan seluruh pengunjung menjaga kondisi kesehatan selama mengikuti berbagai agenda festival. Warga yang merasakan gangguan kesehatan diminta segera mendatangi posko untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan petugas medis.
Morotai Festival 2026 digelar 26–29 Oktober mendatang, dengan kegiatan kepramukaan dan Pesparawi berlangsung lebih dahulu sebagai rangkaian pembuka.