HALMAHERA UTARA — Peninjauan dilakukan bersama Plt Kepala Dinas Sosial Maluku Utara, Kepala Dinas Sosial Halmahera Utara, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1, dan perwakilan PT Hutama Karya. Sarbin menyebut progres konstruksi sudah baik, tetapi menekankan agar pelaksana tidak memperlambat pekerjaan menjelang tahap akhir.
"Progresnya sudah baik. Cuma saya meminta tadi kepada pihak Hutama Karya bahwa diminta mempercepat. Insya Allah November-Desember sudah rampung," ujar Sarbin di lokasi.
Dalam kunjungan itu, Sarbin menyapa siswa yang sedang mengikuti proses belajar dan memeriksa ruang kelas beserta perlengkapannya. Meja, kursi, lemari, papan tulis, pencahayaan, kipas angin, dan ventilasi menjadi bagian yang dicek satu per satu.
Perhatian tidak berhenti di ruang kelas. Sarbin juga meninjau kesiapan asrama, masjid, kantin, toilet, ketersediaan air bersih, tempat mencuci pakaian, hingga jaringan listrik. Dia ingin memastikan seluruh kebutuhan dasar siswa terpenuhi sebelum sekolah beroperasi secara optimal.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 dirancang menampung 270 anak dari keluarga kurang mampu di Maluku Utara. Sistem pendidikan berasrama diterapkan, dengan layanan gratis untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Sarbin menempatkan program ini sebagai bagian dari prioritas Presiden. Menurutnya, kehadiran negara diperlukan agar kondisi ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang anak memperoleh pendidikan dan pembinaan yang layak.
"Program ini menjadi wujud kehadiran negara dalam membuka jalan bagi anak-anak untuk tumbuh, berkembang, dan meraih masa depan tanpa dibatasi kondisi ekonomi keluarga," ungkapnya.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1, Elvis Alwa, menyampaikan terima kasih atas perhatian Wakil Gubernur dan jajarannya dalam mengawal pembangunan fasilitas pendidikan tersebut. Pihak sekolah berkomitmen mengikuti perkembangan pekerjaan hingga tuntas.
"Terima kasih Pak Wagub. Kami komitmen ikuti terus perkembangan pekerjaan. Langkah harus cepat dalam proses pembangunan sekolah," ujarnya.
Dengan sisa pekerjaan sekitar lima persen, penyelesaian menyangkut penuntasan konstruksi dan penyiapan fasilitas pendukung sebelum siswa mulai menempati asrama. Target November-Desember menjadi penanda apakah sekolah di Desa Kukumutuk itu bisa difungsikan pada akhir tahun.