Wagub Malut Sarbin Sehe Minta Pesparani Katolik II Jadi Momentum Perkuat Kerukunan Umat Beragama

Penulis: Fajar  •  Kamis, 05 November 2026 | 14:46:01 WIB
Wagub Maluku Utara Sarbin Sehe memimpin rapat koordinasi teknis Pesparani Tahun 2026.

SOFIFI — Rapat Koordinasi Teknis Pesparani Tahun 2026 yang dipimpin Sarbin Sehe membahas sejumlah aspek teknis, mulai dari kesiapan peserta, materi perlombaan, jadwal penampilan, koordinasi pendampingan, hingga dukungan logistik bagi seluruh kontingen. Rakortek itu digelar bersama Pelaksana Tugas Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Daerah Maluku Utara.

Menurut Sarbin, Pesparani bukan sekadar ajang perlombaan keagamaan. Kegiatan itu juga menjadi bagian dari pembinaan mental, spiritual, moral, dan etika umat Katolik di Maluku Utara.

Pembinaan Iman yang Perlu Dukungan Pemerintah

Sarbin menyebut Pesparani sebagai perwujudan iman dalam kehidupan berjemaat yang perlu terus mendapat dukungan pemerintah. Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi dan konsolidasi seluruh pihak yang terlibat dalam kepanitiaan maupun pendampingan kontingen.

Keberhasilan kontingen, kata dia, tidak hanya ditentukan oleh kemampuan peserta di atas panggung. Kesiapan dan kekompakan tim pendukung sama menentukan.

"Terus perkuat sinergi dan koordinasi yang solid antar seluruh pihak yang terlibat," ujar Sarbin.

Dibuka 15 November 2026 di Gedung Poli Grand Tobelo

Pesparani Katolik II Provinsi Maluku Utara dijadwalkan dibuka pada 15 November 2026 di Gedung Poli Grand Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara. Kegiatan tersebut akan diikuti seluruh kabupaten/kota di Maluku Utara.

Pada rakortek itu, Sarbin juga berpesan agar pelaksanaan Pesparani mengedepankan nilai-nilai moderasi beragama. Dialog lintas iman dan pendalaman ajaran agama yang menekankan kedamaian disebutnya sebagai fondasi penting.

"Saya berpesan kepada Pak Pastor agar Pesparani nantinya bertumpu pada pentingnya dialog lintas iman dan pendalaman ajaran agama yang menekankan kedamaian sebagai fondasi moderasi beragama di Maluku Utara," pungkasnya.

Reporter: Fajar
Sumber: halmaheranesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top