MALUKU UTARA — Survei PwC Indonesia mencatat 87 persen responden masih cemas soal biaya ganti baterai dan 60 persen khawatir ketersediaan stasiun pengisian daya. VinFast merespons temuan itu dengan ekosistem perlindungan konsumen, perluasan bengkel, dan skema kepemilikan yang diklaim lebih hemat biaya.
Produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast, menyusun strategi untuk menjawab keraguan calon pembeli di pasar Indonesia. Perusahaan tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun ekosistem purnajual yang mencakup perlindungan baterai, jaringan servis, hingga jaminan nilai jual kembali. Langkah ini merespons temuan survei PwC Indonesia yang menyebut mayoritas responden masih ragu terhadap keandalan mobil listrik.
VinFast memakai baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) yang dikenal punya stabilitas termal tinggi. Perlindungan lapisan kedua datang dari Battery Management System (BMS) dan sistem manajemen termal yang memantau suhu, tegangan, serta arus listrik secara real-time.
Data AutoinsuranceEZ yang dikutip VinFast menunjukkan hanya 25 kasus kebakaran per 100.000 kendaraan listrik. Angka itu jauh di bawah mobil bensin yang mencapai 1.530 kejadian. Probabilitas kebakaran baterai EV disebut sekitar 0,0012 persen.
Konsumen diberi pilihan skema kepemilikan baterai. Pada skema berlangganan (battery subscription), produsen menanggung seluruh perawatan, perbaikan, dan penggantian baterai bila kapasitas kesehatan turun di bawah 70 persen tanpa batas penggantian. Hak ini bisa dipindahtangankan ke pemilik berikutnya.
Alternatifnya, pembelian baterai langsung dengan garansi kendaraan 7 tahun atau 160.000 km untuk VF 3, VF 5, VF 6, VF MPV 7, dan Limo Green. Khusus VF 7, garansi kendaraan mencapai 10 tahun atau 200.000 km. Garansi baterai sendiri 8 tahun tanpa batas jarak tempuh untuk VF 3 dan VF 5, serta 10 tahun atau 200.000 km untuk VF 6, VF 7, VF MPV 7, dan Limo Green.
Kekhawatiran soal mobil listrik mogok saat menerjang banjir dijawab lewat sertifikasi IP67 pada seluruh komponen baterai. Standar ini berarti kedap debu dan tahan perendaman air hingga kedalaman satu meter selama 30 menit.
Karena tidak punya saluran udara pembakaran maupun knalpot, mobil listrik terbebas dari risiko hydrolock yang kerap dialami mobil bensin. VinFast menguji ketahanan ini secara langsung melalui wahana Water Obstacle di pameran GIIAS 2026.
Laporan Consumer Reports yang dirujuk VinFast menyebut biaya perawatan rutin EV 50 persen lebih murah dibanding mobil bensin sekelas. Perhitungan Total Cost of Ownership (TCO) lima tahun dengan asumsi pemakaian 2.000 km per bulan memberi gambaran sebagai berikut:
Pemilik juga mendapat program pengisian daya gratis di jaringan V-Green yang berlaku hingga 31 Maret 2029.
Soal depresiasi harga bekas, VinFast menjalankan program Residual Value Guarantee. Konsumen mendapat jaminan harga jual kembali hingga 90 persen pada 6 bulan pertama, 86 persen di tahun pertama, 78 persen di tahun kedua, dan 70 persen di tahun ketiga.
Max Cullen, pemilik VinFast VF 3 asal Surabaya, memberi gambaran biaya harian. "Sekali pengisian penuh dari 0 hingga 100 persen hanya membutuhkan biaya sekitar Rp40.000, dengan jarak tempuh sekitar 210 kilometer. Pajak tahunannya juga hanya sekitar Rp150.000," ujarnya.
VinFast mengoperasikan lebih dari 40 dealer showroom di Indonesia dan menargetkan penambahan hingga 150 lokasi. Jaringan perawatan diperkuat lewat kemitraan dengan 150 bengkel Otoklix, Bengkel BOS, Nawilis, Warna Warni Ban, dan Raperind.