TERNATE — Gangguan jarak pandang akibat asap kebakaran TPA Buku Deru-Deru berdampak langsung pada jadwal penerbangan di Bandara Sultan Babullah. Sejumlah pesawat tidak dapat mendarat pada pagi hari sehingga terpaksa dialihkan ke bandara lain.
Kepala Bandara Sultan Babullah Ternate, Sigit Budiarto, merinci maskapai yang terdampak meliputi Lion Air Group yang terdiri atas Lion Air, Batik Air, dan Wings Air, serta Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia.
"Untuk sementara seluruh maskapai delay. Sementara ada yang terbang ke bandara lain karena tidak bisa landing pagi," ujar Sigit.
Bandara Tetap Beroperasi, Tidak Ditutup
Meski sejumlah penerbangan terganggu, Sigit menegaskan Bandara Sultan Babullah tidak ditutup. Operasional bandara tetap berjalan secara fungsional sambil menunggu perbaikan kondisi cuaca dan penyebaran asap.
Pihak bandara masih memantau perkembangan sebaran asap dan kondisi cuaca di sekitar kawasan bandara. Sigit belum dapat memastikan kapan jadwal penerbangan akan kembali normal sepenuhnya karena sangat bergantung pada perubahan cuaca dan intensitas asap.
"Kalau sudah cuaca membaik, tentunya mungkin normal kembali," tambahnya.
Fasilitas Ruang Tunggu Disiapkan untuk Penumpang Terdampak
Bagi para penumpang yang terdampak, pihak bandara telah menyediakan fasilitas ruang tunggu di terminal. Sementara itu, kebijakan terkait kompensasi bagi penumpang diserahkan sepenuhnya kepada kewenangan masing-masing maskapai.
Kebakaran TPA Buku Deru-Deru di Kelurahan Takome telah memasuki hari kesepuluh dan belum menunjukkan tanda-tanda padam sepenuhnya. Asap yang terus membubung ke udara menjadi kendala utama bagi aktivitas penerbangan di wilayah Ternate dan sekitarnya.