TERNATE — Ambisi Malut United mengulang sukses musim lalu kandas sudah. Raihan 53 poin dari 15 kemenangan, delapan imbang, dan 11 kekalahan hanya cukup menempatkan tim kebanggaan Maluku Utara itu di posisi keenam klasemen akhir.
Yang membuat situasi lebih pahit, angka poin Malut United identik dengan koleksi Bhayangkara FC dan Dewa United. Namun, aturan head-to-head membuat Laskar Kie Raha harus puas di bawah Bhayangkara FC yang duduk di peringkat kelima. Sementara Dewa United terlempar ke posisi ketujuh.
Pelatih Hendri Susilo buka suara soal penyebab performa tim yang anjlok di penghujung musim. Menurutnya, kekalahan 1-7 dari Borneo FC bukan cerminan kekuatan sesungguhnya.
“Krisis ketersediaan pemain inti akibat cedera dan hukuman akumulasi kartu menjadi kendala terbesar di lapangan,” ujar Hendri dalam pernyataan resmi klub. Beberapa pilar utama harus absen di saat tim membutuhkan stabilitas performa.
Rotasi pemain menjadi sangat terbatas. Hal ini membuat Malut United tidak mampu menahan gempuran Pesut Etam di kandang sendiri.
Meski gagal memenuhi target awal, Hendri Susilo tetap memelihara optimisme tinggi. Ia meyakini kegagalan musim ini adalah bagian dari proses pendewasaan klub profesional di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
“Musim ini memberikan pengalaman yang sangat mendalam bagi seluruh anggota tim untuk menghadapi tantangan ke depan,” tegasnya.
Pelatih yang sudah kenyang pengalaman itu percaya pihak klub akan segera melakukan pembenahan menyeluruh. Target utama musim depan adalah tampil jauh lebih kompetitif dan kembali ke jajaran tim papan atas.
Rencana perombakan kemungkinan besar akan menyentuh berbagai sektor. Mulai dari kedalaman skuat hingga strategi teknis di lapangan.
Manajemen diharapkan segera bergerak cepat setelah musim kompetisi benar-benar usai. Hendri Susilo pun sudah berjanji akan memberikan kejutan di musim 2026.
Bagi Laskar Kie Raha, musim ini menjadi pelajaran berharga. Persaingan ketat di papan tengah menunjukkan betapa krusialnya setiap hasil pertandingan dalam menentukan posisi akhir. Kini, semua mata tertuju pada langkah manajemen membangun tim yang lebih solid.