TERNATE — Puluhan anak binaan di LPKA Kelas II Ternate tampak antusias memanen hasil kebun sayur mereka sendiri. Mereka memetik tomat merah dan sawi hijau yang tumbuh subur di lahan belakang institusi, Senin (25/5/2026).
Kegiatan panen raya ini bukan sekadar agenda rutin. Kepala LPKA Kelas II Ternate, Nona Ahmad, bersama pejabat struktural dan staf pegawai turun langsung mendampingi para anak binaan.
Hasil panen ini menjadi bukti bahwa institusi pembinaan bisa menjadi bagian dari solusi ketahanan pangan nasional. LPKA Kelas II Ternate mengoptimalkan lahan kosong yang ada untuk ditanami komoditas sayuran bernilai ekonomis.
Program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya di sektor kedaulatan pangan. Keberhasilan memanen tomat dan sawi menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian tidak berhenti pada teori, tetapi menghasilkan produk nyata.
Bagi para anak binaan, kegiatan ini lebih dari sekadar mengisi waktu. Mereka belajar teknik bercocok tanam, mulai dari penyemaian, perawatan, hingga panen. Keterampilan ini diharapkan bisa menjadi bekal hidup setelah mereka kembali ke masyarakat.
“Kegiatan produktif ini menjadi langkah strategis institusi dalam mengoptimalkan lahan yang ada, sekaligus memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat bagi para Anak Binaan,” tulis rilis resmi LPKA Kelas II Ternate.
Ke depan, LPKA Kelas II Ternate berencana menjaga keberlanjutan program pertanian ini. Selain untuk memenuhi kebutuhan internal secara mandiri, kebun sayur ini juga menjadi wadah edukasi agrikultur bagi anak binaan.
Dengan hasil panen yang sudah terbukti, LPKA Kelas II Ternate membuktikan bahwa institusi pemasyarakatan bisa berkontribusi langsung pada program swasembada pangan nasional. Visi kedaulatan pangan tidak hanya milik petani di sawah, tetapi juga bisa dimulai dari lahan pembinaan di tengah kota.