TERNATE — Seorang perwakilan KADIN yang enggan disebut namanya menyampaikan pesan tegas dalam musyawarah tersebut. “Jangan ada lagi isu monopoli bisnis dalam organisasi KADIN, sehingga menimbulkan rasa ketidakpercayaan anggota terhadap ketua dan pengurus dalam memanajemen organisasi secara mandiri dan transparan,” ujarnya kepada Istanafm.com.
Harapan Kolaborasi tanpa Monopoli
Sumber yang sama juga menekankan perlunya sinergi dengan semua pihak. “Dengan terpilihnya ketua KADIN Malut yang baru ini, diharapkan mampu berkolaborasi dengan semua pihak guna memajukan dunia usaha di Maluku Utara,” katanya.
Pesan ini mengemuka di tengah kekhawatiran sebagian anggota KADIN terhadap praktik bisnis yang tidak sehat di daerah. Muksin Talib dinilai memiliki pengalaman dan jaringan yang cukup untuk membawa perubahan.
Aklamasi di Tengah Kehadiran 10 Kabupaten/Kota
Musyawarah Provinsi V yang mengusung tema “Bersatu Berkolaborasi Berdaya Saing Membangun Maluku Utara Maju” dihadiri pengurus KADIN Pusat serta delegasi dari sepuluh kabupaten dan kota di Maluku Utara. Seluruh peserta sepakat menunjuk Muksin Talib sebagai ketua secara aklamasi, tanpa melalui pemungutan suara.
Proses musyawarah yang awalnya dijadwalkan dua hari (Sabtu-Minggu) berlangsung lebih cepat. Pelantikan Muksin Talib langsung digelar Sabtu sore setelah seluruh agenda inti rampung.
Langkah Awal Kepengurusan Baru
Belum ada pernyataan resmi dari Muksin Talib terkait program prioritasnya. Namun, sejumlah pengurus daerah berharap kepemimpinan baru bisa meningkatkan iklim investasi dan daya saing UMKM di Maluku Utara. KADIN Malut sebelumnya beberapa kali mendapat kritik karena minimnya transparansi dan dominasi kelompok bisnis tertentu.
Dengan terpilihnya Muksin Talib secara aklamasi, organisasi pengusaha ini diharapkan segera menyusun program kerja yang inklusif dan akuntabel.