7 Dai LAZNAS BMH Maluku Utara Tembus Pedalaman Demi Syiar Islam Saat Idul Adha, Warga Sambut Antusias

Penulis: Fajar  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 19:04:23 WIB
dai LAZNAS BMH Maluku Utara menembus pedalaman untuk memimpin salat Idul Adha bagi warga terpencil.

TERNATE — Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tidak sekadar menjadi momen pemotongan hewan kurban bagi para dai LAZNAS BMH Maluku Utara. Mereka justru memilih tugas paling berat: menembus pedalaman untuk menjadi khatib dan imam salat Id bagi warga yang jarang tersentuh pembinaan agama.

Jarak tempuh yang jauh, medan terjal, serta keterbatasan transportasi harus dilalui para dai demi satu tujuan—menghadirkan syiar Islam di tengah masyarakat terpencil. Meski demikian, semangat itu tak surut. Pelaksanaan salat Id pun berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.

Perjalanan Berat Demi Dakwah di Pelosok

Bagi warga di pedalaman Maluku Utara, kehadiran para dai menjadi kebahagiaan tersendiri. Sebagian besar dari mereka selama ini kesulitan mendapatkan pendampingan dan pembinaan keagamaan secara rutin. Kehadiran dai BMH di saat Idul Adha menjadi oase di tengah keterbatasan.

Nashirul Haq, salah satu dai yang bertugas, menyampaikan khutbah tentang makna pengorbanan, keikhlasan, dan pentingnya memperkuat ukhuwah Islamiyah. Ia juga mengajak jemaah menjadikan Idul Adha sebagai momentum meningkatkan kepedulian sosial dan semangat berbagi terhadap sesama.

Program Sebar Dai: Menghadirkan Cahaya Islam ke Ujung Negeri

Kepala Perwakilan BMH Maluku Utara, Nurhadi, menjelaskan bahwa program sebar dai merupakan ikhtiar untuk menghadirkan dakwah Islam hingga ke wilayah yang sulit dijangkau. Program ini tidak hanya menyasar momen hari besar, tetapi berkelanjutan.

“Program Sebar Dai BMH bertujuan menghadirkan pembinaan keislaman, penguatan akidah, pendidikan Al-Qur’an, serta membersamai masyarakat pedalaman agar tetap merasakan hadirnya dakwah Islam secara berkelanjutan,” ujar Nurhadi dalam keterangannya, Selasa (17/6).

Warga: “Kami Sangat Bersyukur”

Sambutan hangat datang dari tokoh masyarakat setempat, Misran. Ia mengaku kehadiran para dai sangat membantu warga yang selama ini haus akan ilmu agama.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BMH Maluku Utara dan para dai yang telah datang ke desa kami. Kehadiran dai sangat membantu masyarakat dalam belajar agama, membina anak-anak mengaji, dan menghidupkan kegiatan keislaman di kampung kami,” ungkap Misran.

Melalui program dakwah pedalaman dan sebar dai, BMH Maluku Utara berkomitmen menebarkan cahaya Islam hingga ke pelosok negeri. Langkah ini sekaligus memperkuat ukhuwah dan pelayanan umat di daerah terpencil yang kerap luput dari perhatian.

Reporter: Fajar
Sumber: bmh.or.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top