TIDORE — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Tidore Kepulauan sejak Senin malam memicu bencana tanah longsor di titik perbatasan Kelurahan Rum dan Kelurahan Tomagoba, Kecamatan Tidore Utara. Material longsor berupa lumpur, bebatuan, dan pepohonan tumbang menutup badan jalan sepanjang sekitar 15 meter, memutus akses penghubung antarwilayah.
Material longsor yang cukup tebal membuat kendaraan roda dua dan roda empat tidak bisa melintas. Warga setempat terpaksa memutar melalui jalur alternatif yang lebih jauh. “Kami sudah biasa dengan longsor kecil, tapi kali ini materialnya banyak dan menutup total jalan,” ujar seorang warga Kelurahan Rum, yang enggan disebutkan namanya.
Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tidore, TNI, Polri, dan relawan setempat langsung dikerahkan ke lokasi sejak pagi hari. Alat berat belum bisa masuk karena medan yang sempit dan licin, sehingga evakuasi material dilakukan secara manual menggunakan cangkul dan sekop.
Selain akses jalan, longsor juga mengancam puluhan rumah warga yang berada tepat di bawah tebing perbukitan. Sejumlah warga di titik rawan sudah mulai mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman. BPBD Tidore mencatat setidaknya 30 kepala keluarga (KK) berada di zona bahaya dan perlu diwaspadai jika hujan kembali turun dengan durasi lama.
“Kami imbau warga yang tinggal di lereng tebing untuk sementara mengungsi. Jangan menunggu sampai longsor susulan terjadi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Tidore Kepulauan, Muksin Hi. Hasan, saat dihubungi. Pihaknya juga telah memasang garis polisi di sekitar lokasi longsor untuk mencegah warga mendekat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Maluku Utara, termasuk Tidore. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
BPBD setempat mengimbau warga yang tinggal di daerah perbukitan dan bantaran sungai untuk selalu memantau kondisi lingkungan. “Jika intensitas hujan tinggi dan tanah mulai retak, segera evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman,” tambah Muksin.
Hingga berita ini diturunkan, proses pembersihan material longsor masih berlangsung. Belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.