MALUKU UTARA — Keberhasilan ini merupakan hasil dari kegiatan well intervention yang dilakukan oleh Pertamina EP Zone 7. Sumur AKP-002 yang sebelumnya dianggap sudah tidak produktif lagi, berhasil direvitalisasi sehingga mampu mengalirkan minyak tiga kali lipat dari perkiraan awal. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memaksimalkan potensi aset yang sudah ada tanpa harus mengebor sumur baru yang memakan biaya lebih besar.
Proses well intervention pada sumur AKP-002 melibatkan serangkaian tindakan teknis untuk mengembalikan atau meningkatkan laju produksi. Dalam kasus ini, tim teknis Pertamina EP Zone 7 berhasil mengoptimalkan aliran alamiah dari reservoir, sehingga minyak bisa keluar dengan sendirinya tanpa bantuan pompa.
Lonjakan produksi dari 896 bpd menjadi 2.546 bpd menunjukkan bahwa potensi cadangan minyak di Lapangan Akasia Prima masih besar. Keberhasilan ini juga membuktikan bahwa pendekatan teknis yang tepat pada sumur-sumur tua bisa memberikan hasil yang signifikan.
Dengan tambahan produksi sekitar 1.650 bpd dari satu sumur saja, kontribusi Lapangan Akasia Prima terhadap target produksi Pertamina EP secara keseluruhan menjadi lebih berarti. Setiap tambahan barel minyak dari sumur eksisting membantu menekan biaya produksi dan mempercepat waktu pengembalian investasi.
Secara lebih luas, keberhasilan ini mendukung upaya pemerintah dalam mencapai target produksi minyak nasional. Di tengah tantangan penurunan produksi alami dari sumur-sumur tua, langkah seperti yang dilakukan Pertamina EP Zone 7 menjadi contoh bagaimana teknologi dan intervensi tepat sasaran bisa memperpanjang umur ekonomis sebuah lapangan minyak.
Pertamina EP sendiri terus mendorong kegiatan serupa di berbagai wilayah kerja lainnya. Perusahaan menargetkan peningkatan produksi dari sumur-sumur existing melalui program well intervention dan workover yang lebih masif sepanjang tahun ini.