Perjalanan Rifaldi dimulai dari SSB Tunas Retox di Desa Toseho, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan. Bakatnya kemudian terasah bersama Malut United FC U-16 pada musim 2024-2025. Namanya mulai mencuat setelah lolos seleksi Malut Selection dan tampil impresif di ajang Nusantara Open 2025.
Penampilan konsistennya membuat Rifaldi masuk dalam daftar 30 pemain hasil talent scouting turnamen tersebut. Dari sana, Persija Jakarta meliriknya dan merekrut untuk memperkuat tim EPA Super League U-18 musim 2025-2026.
Bersama Persija U-18, Rifaldi langsung menjadi pilar utama di lini pertahanan. Ia tampil penuh saat final EPA Super League U-18 musim 2025-2026 melawan Malut United U-18. Meski Persija harus puas sebagai runner-up setelah kalah adu penalti, performa Rifaldi sepanjang musim mendapat apresiasi.
“Setelah berakhirnya kompetisi Elite Pro Academy, para pemain muda Persija mendapat pengalaman berharga dengan mengikuti sesi latihan bersama di bawah arahan John Herdman jelang agenda FIFA Matchday,” tulis akun resmi Persija EPA dalam unggahannya.
Persija menilai kesempatan itu menjadi momen penting bagi pemain akademi untuk menambah pengalaman, wawasan, dan merasakan atmosfer latihan bersama pelatih berpengalaman di level tim nasional. Bagi Rifaldi, sesi latihan tersebut menjadi modal berharga dalam pengembangan kariernya.
Kiprah Rifaldi menjadi bukti bahwa pemain muda asal Maluku Utara mampu bersaing di level nasional melalui jalur pembinaan yang terarah dan kompetitif. Dari seleksi lokal hingga berlatih dengan pelatih timnas, langkahnya menjadi inspirasi bagi pesepakbola muda di wilayah timur Indonesia.