Warga Halmahera Barat Bersihkan Pantai Disa Jelang FTJ 2026, 200 Peserta Ikuti Gerakan “Sigofi Ngolo”

Penulis: Yasir  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 18:03:31 WIB
Warga dan aparat Halmahera Barat bersama membersihkan Pantai Disa menjelang Festival Teluk Jailolo 2026.

HALMAHERA BARAT — Ribuan ton sampah plastik dan limbah rumah tangga yang menumpuk di pesisir Pantai Disa, Desa Ropu Tengah Balu (RTB), mulai disisir oleh warga dan aparat setempat. Aksi bersih-bersih itu menjadi bagian dari Gerakan Wisata Bersih yang digelar menjelang Festival Teluk Jailolo (FTJ) 2026.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kepemudaan Olahraga Halmahera Barat, Reinhard Bunga, menyebut kebersihan lingkungan adalah fondasi utama pariwisata berkualitas. “Pariwisata yang maju tidak hanya berbicara tentang atraksi dan promosi, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, dan lestari. FTJ 2026 menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa masyarakat Halmahera Barat siap menjadi tuan rumah yang peduli terhadap alam,” ujarnya dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (20/6/2026).

200 Peserta dari Lintas Sektor Ikut Gerakan “Sigofi Ngolo”

Kegiatan yang diinisiasi pemerintah desa setempat ini tidak hanya melibatkan masyarakat biasa. Jajaran Kantor Camat Sahu, personel Polsek dan Koramil Sahu, serta guru dan pelajar dari tingkat TK, SMA, hingga SMA turun langsung memungut sampah di sepanjang garis pantai.

Semangat “Sigofi Ngolo” atau langkah menjaga kebersihan menjadi tema sentral aksi tersebut. Reinhard menekankan bahwa budaya bersih ini harus berkelanjutan, bukan sekadar seremonial menjelang festival. “Kita harus menjaga citra daerah di mata wisatawan,” tambahnya.

Talkshow Pariwisata Berkelanjutan Hadirkan Narasumber Bank Indonesia

Selain aksi pungut sampah, rangkaian acara juga diisi dengan Talkshow Pariwisata Berkelanjutan. Bank Indonesia menjadi salah satu narasumber yang membahas keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Sekretaris Daerah (Sekda) Halmahera Barat, Julius Marau, bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan turut hadir. Kehadiran mereka mempertegas sinergi lintas sektor dalam menjaga warisan alam daerah.

Melalui gerakan kolaboratif ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat berharap FTJ 2026 tidak hanya sukses sebagai ajang promosi budaya, tetapi juga mampu memperkuat kesadaran kolektif warga. “Kebersihan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah,” ujar Reinhard.

Reporter: Yasir
Sumber: tandaseru.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top