MALUKU UTARA — Dewa United Heka harus mengakui keunggulan Bigetron Academy dalam laga sengit yang berlangsung lima game. Tim besutan Coach Yudhistira itu kehilangan momentum setelah unggul dua game lebih dulu, dan akhirnya tumbang di game penentu.
Anak Dewa tampil agresif sejak game pertama. Kombinasi permainan solid dari Shanee, Gwinskie, Restlessss, Vlosee, dan Reitsuu berhasil mengamankan dua kemenangan awal dan membawa tim unggul 2-0.
Hanya butuh satu kemenangan lagi untuk menutup pertandingan, tetapi Bigetron Academy mengambil langkah krusial di game ketiga. Tim Robot Merah melakukan perubahan komposisi dengan memasukkan pemain baru di posisi jungler dan EXP Laner.
Perubahan tersebut mengubah gaya permainan Bigetron dan memaksa Dewa United Heka beradaptasi. Momentum perlahan berpindah, dan Anak Dewa kehilangan game ketiga.
Tekanan dari sang juara bertahan berlanjut di game keempat. Dewa United Heka kesulitan mengembangkan strategi seperti di dua game awal, sehingga Bigetron Academy menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Memasuki game kelima, Dewa United Heka mencoba mengandalkan komposisi hero dengan kemampuan pick-off. Namun, skema tersebut berhasil diantisipasi Bigetron yang justru mengandalkan teamfight terukur.
Pertandingan berakhir sekitar 12 menit dengan kemenangan Bigetron Academy. Dewa United Heka harus mengawali Progressive Round MDL ID S14 dengan kekalahan dramatis.
Kekalahan ini menjadi pelajaran penting bagi Shanee dan kawan-kawan, terutama dalam menghadapi perubahan strategi lawan di tengah pertandingan. Kegagalan mempertahankan keunggulan 2-0 menunjukkan perlunya konsistensi di format pertandingan yang menuntut kestabilan performa.
Anak Dewa masih punya kesempatan untuk memperbaiki posisi. Mereka akan menghadapi tim lain yang juga mengawali babak ini dengan kekalahan, dan hasil pertandingan selanjutnya akan menentukan langkah mereka di MDL ID S14.