Wakil Menteri Viva Yoga Kagumi Pulau Hiri dari Dekat, Saksikan Tari Salai Jin dan Bambu Gila di Ternate

Penulis: Fajar  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:24:01 WIB
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menyaksikan pertunjukan Tari Salai Jin saat pesta adat di Pulau Hiri, Ternate, Maluku Utara, pada 22 Agustus 2027.

TERNATE — Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menegaskan bahwa adat dan budaya merupakan pola penting dalam mengatur hubungan manusia dengan sesama, masyarakat, dan alam semesta. Pernyataan itu disampaikannya saat menyaksikan pesta adat masyarakat di Pulau Hiri, Kota Ternate, Maluku Utara, pada 22/8/2027.

Menurutnya, ragam adat dan budaya seperti tradisi, ritual, kuliner, bahasa, hingga seni adalah kekayaan yang luar biasa dan menjadi khasanah nasional. Indonesia, kata dia, memiliki 17.503 pulau dengan ribuan bahasa, suku, dan beragam agama yang berkomitmen membentuk satu bangsa.

Pertama Kali ke Pulau Hiri, Viva Yoga Kagumi Panorama Gunung Gamalama

Viva Yoga mengaku baru pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Hiri. "Pulau yang indah, dari sini bisa melihat keagungan Gunung Gamalama," ujarnya.

Pulau kecil yang terletak di sebelah utara Pulau Ternate ini menjadi saksi digelarnya Tari Salai Jin, sebuah tarian sakral yang berasal dari Kesultanan Ternate dan hanya dipertunjukkan setiap empat tahun sekali.

Tari Salai Jin dan Bambu Gila Meriahkan Pesta Adat

Selain Tari Salai Jin, pesta adat di Pulau Hiri juga dimeriahkan dengan pertunjukan kesenian bambu gila, sebuah atraksi khas yang dikenal luas di Maluku dan Maluku Utara. Kemeriahan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga setempat maupun pengunjung yang datang.

Kehadiran Viva Yoga di tengah masyarakat Pulau Hiri dinilai menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap pelestarian budaya lokal di daerah timur Indonesia.

Kesultanan Ternate: Berdiri Sejak 1251, Semasa dengan Majapahit

Dalam sambutannya, Viva Yoga menyoroti sejarah panjang Kesultanan Ternate yang berdiri pada tahun 1251, semasa dengan Kerajaan Majapahit. Ia menekankan bahwa kesultanan ini hingga saat ini tetap menjaga tradisi, budaya, adat, bahasa, kuliner, dan nilai sosialnya.

"Kekayaan dari Kesultanan Ternate, kita jaga bahkan dimodifikasi secara digital agar lestari hingga bisa menjadi catatan dunia," tuturnya.

Menurutnya, para raja dan sultan di masa lalu telah berkomitmen untuk menjadi bagian dari satu Indonesia. "Satu bangsa, satu negara, bernama Indonesia," tegasnya menambahkan.

Pernyataan ini menegaskan bahwa keberagaman budaya bukanlah pemisah, melainkan perekat persatuan bangsa yang harus terus dirawat oleh generasi penerus.

Reporter: Fajar
Sumber: detikindonesia.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top