SEMARANG — Java United FC memulai babak baru di kancah sepak bola nasional dengan berpindah kandang dari Ternate, Maluku Utara, ke Semarang, Jawa Tengah. Keputusan ini diambil seiring bergantinya nama klub dari Malut United FC, sebuah langkah yang disebut sebagai transformasi organisasi dan identitas untuk menyambut Indonesia Super League (ISL) 2026/27.
Sebanyak 27 pemain telah disiapkan untuk musim kompetisi mendatang. Skuad ini disebut kompetitif dan dihuni sejumlah nama berkualitas, termasuk Ciro Alves dan David da Silva, yang diharapkan mampu membawa tim bersaing di papan atas.
Presiden Java United FC, Sofyan Lestaluhu, menegaskan bahwa kehadiran timnya di Jawa Tengah bukan untuk mengambil alih atau menggantikan klub yang sudah memiliki sejarah dan pendukung setia di wilayah tersebut.
"Kami yakin sepak bola selalu memiliki ruang untuk bertumbuh. Java United hadir di Jawa Tengah dengan semangat membangun sepak bola nasional," ujarnya dalam pernyataan resmi yang dikutip dari laman Ileague.
Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa setiap klub memiliki ruang dan peluang masing-masing untuk berkembang, tanpa harus berbenturan dengan eksistensi klub lain.
Pelatih Java United, Fabio Lefundes, mengaku optimistis menghadapi musim baru. Ia menyebut ada kesamaan visi dengan pemilik klub dalam membangun fondasi sepak bola Indonesia yang lebih serius.
"Saya menerima ajakan pemilik klub karena kami punya tujuan yang sama. Saya melihat keseriusan membangun sepak bola Indonesia," ungkap Lefundes.
Dengan persiapan yang matang dan materi pemain yang solid, Java United diharapkan mampu memberikan kejutan di kompetisi musim 2026/27. Perpindahan markas ke Semarang juga diyakini akan memberikan atmosfer baru bagi performa tim di kandang sendiri.