TERNATE — PT PLN (Persero) Wilayah IX Maluku dan Maluku Utara telah menyiapkan sistem kelistrikan cadangan di sejumlah titik lokasi penyelenggaraan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Kota Ternate. Langkah ini ditempuh untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tanpa kendala listrik.
Manager PT PLN (Persero) Wilayah IX Maluku dan Maluku Utara Kota Ternate, Faisal, menyebut koordinasi dengan Dinas Perhubungan selaku PIC kelistrikan kegiatan sudah dilakukan sejak beberapa pekan sebelum acara dimulai. Persiapan ini mencakup pemeriksaan suplai utama hingga pemasangan peralatan pendukung di lokasi yang membutuhkan.
Benteng Oranje Jadi Prioritas dengan Pasokan Ganda
Sebagai lokasi kegiatan harian, Benteng Oranje menjadi perhatian utama. PLN telah menginstal suplai listrik utama sekaligus menyiapkan unit UPS (Uninterruptible Power Supply) untuk menjaga kestabilan daya di dalam kawasan benteng.
“Di Benteng Oranje sudah terinstal suplai listrik dan ada backup UPS. Kami tempatkan UPS untuk menjaga keandalan sehingga kegiatan di sana bisa berjalan lancar,” jelas Faisal.
Bantuan Suplai untuk Benteng Kalamata dan Toloko
Untuk lokasi yang belum memiliki jaringan pelanggan, PLN memberikan dukungan suplai listrik langsung. Beberapa di antaranya adalah Benteng Kalamata dan Benteng Toloko yang masuk dalam agenda kegiatan.
“Untuk lokasi yang memang tidak ada suplai listrik pelanggan, kami sudah berkoordinasi dan melaksanakan bantuan suplai listrik di lokasi-lokasi tersebut,” katanya.
Dukungan serupa juga disiapkan untuk Lapangan Salero dan Benteng Setya Rencana yang akan digunakan pada 29 Agustus, serta kawasan Landmark Ternate.
Genset Disiagakan di Kediaman Wali Kota dan Unkhair
Selain UPS, PLN juga menyiagakan genset sebagai sumber listrik cadangan di sejumlah lokasi penting. Kediaman Wali Kota Ternate dan Aula Banau Universitas Khairun (Unkhair) termasuk di dalamnya.
Langkah antisipasi ini dilakukan agar kegiatan tetap berlangsung meski terjadi gangguan pada jaringan utama PLN. “Selain suplai utama dari jaringan PLN, ada backup cadangan untuk menjaga suplai ketika terjadi gangguan dari sisi PLN,” ujarnya.
Dengan total sekitar 10 titik lokasi yang tersebar di kawasan cagar budaya dan ruang publik, PLN memastikan seluruh kebutuhan kelistrikan telah dipersiapkan untuk menunjang kelancaran acara bagi peserta dan masyarakat.