Pemkab Pulau Taliabu Usulkan Penambahan Trayek PELNI untuk Percepatan Rute ke Sulawesi dan Jawa

Penulis: Sutomo  •  Kamis, 03 September 2026 | 17:17:01 WIB
Dinas Perhubungan Pulau Taliabu mengusulkan penambahan trayek kapal PELNI untuk rute langsung ke Sulawesi dan Jawa guna memangkas waktu transit.

TALIABU — Dinas Perhubungan Pulau Taliabu menegaskan bahwa usulan penambahan trayek ini lahir dari keluhan warga yang selama ini harus berpindah kapal berkali-kali untuk mencapai Sulawesi atau Jawa. Pengusulan dilakukan melalui prosedur berjenjang, yaitu dari Pemkab ke Pemprov, selanjutnya diteruskan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mendapat persetujuan.

Kepala Dinas Perhubungan Pulau Taliabu, Martono, membenarkan bahwa saat ini pihaknya tengah mengusulkan dua kapal PELNI untuk beroperasi di daerah setempat. Namun, ia belum bersedia merinci nama kapal maupun jadwal yang diajukan karena kajian teknis masih berjalan.

Usulan Rute Baru: Memangkas Waktu dan Biaya Pelayaran

Persoalan akses laut menjadi pekerjaan rumah lama bagi masyarakat di kepulauan. Dengan adanya penambahan trayek ini, warga Taliabu diharapkan tidak perlu lagi singgah di beberapa pelabuhan hanya untuk tiba di Pulau Sulawesi atau Pulau Jawa.

Martono menjelaskan, pengusulan ini bertujuan menyediakan jalur pelayaran langsung. “Artinya yang kami usahakan ini, jalur transportasi laut bisa langsung dari Taliabu, Sulawesi, dan Jawa, serta tidak lagi memiliki banyak transit,” ujarnya kepada cermat, Rabu (2/9/2026).

Keuntungan dari rute langsung ini bukan sekadar soal waktu tempuh. Pengurangan jumlah transit berpotensi menekan biaya logistik dan membuat distribusi barang dari pusat ekonomi seperti Surabaya atau Makassar menjadi lebih efisien.

Selain PELNI, Pemkab Minta Tambahan Kapal Sabuk Nusantara

Tidak hanya trayek utama PELNI, pemerintah kabupaten juga mengusulkan penambahan KM Sabuk Nusantara untuk melayani lintas Taliabu-Wakatobi.

  • Rute Taliabu-Wakatobi menyasar kebutuhan mobilitas antar-pulau di kawasan timur Indonesia.
  • Kapal Sabuk Nusantara dikenal sebagai kapal perintis yang menjangkau daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T).

Dengan layanan perintis ini, konektivitas antar-kabupaten kepulauan diharapkan semakin terbuka, baik untuk mobilitas penduduk maupun pasokan kebutuhan pokok.

Menunggu Keputusan Kemenhub, Masih Berstatus Proses Pengajuan

Setelah usulan dikirim ke Kemenhub, lanjut Martono, tim dari pemerintah provinsi bersama Kemenhub dijadwalkan turun untuk meninjau kondisi perairan di Pulau Taliabu. Peninjauan ini menentukan layak atau tidaknya kapal berlabuh serta menilai kesiapan pelabuhan setempat.

“Kalau Kemenhub dan Pemprov sudah turun tinjau, soal layak dan tidaknya akan kami informasikan kepada masyarakat. Intinya, masih tahapan proses,” tutup Martono.

Hingga saat ini, masyarakat Taliabu masih diminta bersabar. Hasil kajian dan rute pasti akan diumumkan resmi begitu proses administrasi serta survei lapangan tuntas.

Reporter: Sutomo
Sumber: cermat.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top