MALUKU UTARA — Realisasi pembiayaan itu tercatat dalam paparan kinerja keuangan BRI triwulan II 2026 yang digelar di Jakarta, Senin (31/8). Angka tersebut sekaligus menegaskan komitmen perseroan untuk menjaga fokus pertumbuhan pada penguatan ekonomi kerakyatan, dengan UMKM tetap menjadi core business.
Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto menjelaskan, besarnya porsi pembiayaan kepada UMKM berjalan beriringan dengan upaya perseroan mendorong pelaku usaha agar terus tumbuh dan naik kelas. Dukungan itu dibangun melalui pendekatan pemberdayaan secara end-to-end, mulai dari tingkat desa, komunitas usaha, hingga pelaku usaha individu.
5.700 Desa dan 44 Ribu Klaster Usaha Masuk Program Pemberdayaan
Salah satu pilar utama pendekatan tersebut adalah program Desa BRILiaN. Lewat inisiatif ini, BRI telah memberdayakan lebih dari 5.700 desa dengan fokus mengoptimalkan potensi ekonomi lokal sekaligus memperkuat kapasitas dan kelembagaan desa.
Pada level komunitas usaha, perseroan mengembangkan program Klasterku Hidupku yang kini menjangkau lebih dari 44 ribu klaster usaha. Jangkauan pemberdayaan turut diperluas melalui platform digital LinkUMKM yang telah menggaet sekitar 17,3 juta pelaku UMKM.
"Dukungan tersebut dibangun melalui pendekatan pemberdayaan secara end-to-end, mulai dari tingkat desa, komunitas usaha, hingga pelaku usaha individu. Melalui Desa BRILiaN, BRI telah memberdayakan lebih dari 5.700 desa," ujar Aquarius dalam keterangan tertulis, Senin (31/8).
596 Ribu UMKM Masuk Ekosistem Rumah BUMN
Selain kanal digital, BRI juga melakukan pendampingan langsung melalui Rumah BUMN. Hingga Juni 2026, sekitar 596 ribu pelaku UMKM telah bergabung dalam ekosistem tersebut.
Berbagai inisiatif itu menjadi bagian dari upaya BRI menjalankan peran yang lebih luas, tidak hanya sebagai financial intermediary, tetapi juga sebagai enabler pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Membangun Siklus Pemberdayaan yang Berkelanjutan
Pendekatan ini diarahkan untuk membangun siklus pemberdayaan yang berkelanjutan, sehingga UMKM dapat terus berkembang dan memberikan dampak ganda bagi perekonomian nasional. Dengan kombinasi pembiayaan dan pendampingan, BRI berharap dapat mempercepat transformasi pelaku usaha kecil menjadi pemain yang lebih tangguh di pasar.
Kombinasi antara penyaluran kredit yang agresif dan program pemberdayaan yang terstruktur menunjukkan strategi BRI dalam menjaga pertumbuhan bisnis tetap sehat. Bagi investor, kinerja ini menjadi indikator kemampuan perseroan dalam mengelola risiko kredit UMKM, segmen yang selama ini menjadi ciri khas portofolio BRI dibandingkan kompetitor.