MALUKU UTARA — Vonis ini mengakhiri proses pidana yang berjalan sekitar dua bulan sejak kecelakaan terjadi. Hakim Pengadilan Martin County menjatuhkan hukuman denda USD 1.000 untuk tuduhan mengemudi ugal-ugalan yang disengaja dan ceroboh, plus USD 500 tambahan untuk pelanggaran menolak tes resmi. Wood tidak mendapat hukuman penjara.
Kecelakaan terjadi pada 27 Maret di Hobe Sound, dekat kediaman Woods di Jupiter Island, Florida. Menurut Sheriff Martin County John Budensiek, Woods mengendarai Land Rover dengan kecepatan tinggi di jalan dua jalur yang sempit—area dengan batas kecepatan hanya 30 mil per jam (sekitar 48 km/jam).
Saat itu, sebuah truk di depannya melambat untuk berbelok ke jalan akses properti. Woods mencoba mendahului, kendaraannya menyerempet trailer truk, lalu melenceng dari jalur dan terguling. Mobil akhirnya berhenti dalam posisi miring di sisi pengemudi setelah terseret di badan jalan. Woods, yang sendirian di dalam kendaraan, selamat tanpa cedera dan keluar melalui pintu penumpang.
Penyelidik di lokasi kejadian menilai Woods menunjukkan tanda-tanda gangguan kemampuan mengemudi dan memintanya menjalani tes. Hasil breathalyser menunjukkan tidak ada alkohol dalam tubuhnya. Namun Woods menolak memberikan sampel urine untuk tes narkoba.
Dari dokumen pengadilan yang dirilis jaksa, Woods memberi tahu penyelidik bahwa ia mengonsumsi beberapa obat pada hari itu: obat tekanan darah tinggi, obat kolesterol, ibuprofen, dan Vicodin—obat pereda nyeri resep.
"Petugas tidak mencurigai adanya pengaruh alkohol, melainkan kemungkinan pengaruh zat yang belum diketahui," kata Budensiek.
Awalnya Woods menyatakan tidak bersalah atas dua dakwaan: mengemudi di bawah pengaruh alkohol/obat-obatan yang menyebabkan kerusakan properti, dan menolak tes resmi. Namun dalam sidang vonis, ia memilih tidak menyanggah tuduhan mengemudi ugal-ugalan—langkah yang umum dalam plea deal untuk menghindari hukuman lebih berat.
Woods juga tidak menyanggah tuduhan menolak menjalani tes urin. Kesepakatan ini menutup kasus yang sempat menjadi sorotan karena statusnya sebagai atlet publik dengan pengaruh besar di dunia golf profesional.
Insiden ini menambah catatan panjang masalah mengemudi Woods. Pada 2009, ia juga terlibat kecelakaan tunggal di luar rumahnya di Orlando—insiden yang menjadi pintu masuk terbongkarnya skandal perselingkuhan yang menghancurkan citranya. Kini di usia 50 tahun, vonis lima tahun pencabutan SIM berarti Woods baru bisa mengemudi lagi pada 2031, ketika usianya menginjak 55 tahun.
Hukuman ini tidak memengaruhi kariernya sebagai pegolf profesional, namun membatasi mobilitas pribadinya di Florida. Selama lima tahun ke depan, Woods harus bergantung pada sopir pribadi atau kendaraan antar-jemput untuk aktivitas di luar rumahnya.