TIDORE — Ratusan jemaah memadati halaman kantor Wali Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, sejak pagi. Mereka melaksanakan salat Istisqa berjamaah, memanjatkan doa memohon diturunkannya hujan di tengah musim kemarau yang melanda wilayah tersebut.
Salat sunah muakkad ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Ahmad Laiman, Sekretaris Daerah, Ketua DWP, para asisten, staf ahli, pimpinan OPD, camat, lurah, hingga ASN dan non-ASN di lingkungan Pemkot Tidore. Imam Syara se-Kecamatan Tidore juga tampak hadir dalam kegiatan tersebut.
Imam Masjid Nurul Yaqin Kelurahan Gurabati, H. Humaidi M. Saleh, bertindak sebagai imam salat. Adapun khotbah disampaikan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Ali Bin Abi Thalib Kelurahan Dowora, Ustaz La Rudi.
Dalam khotbahnya, Ustaz La Rudi menegaskan bahwa salat Istisqa hukumnya sunah muakkad atau sangat dianjurkan bagi kaum muslimin ketika ditimpa kemarau panjang. "Salat Istisqa adalah meminta hujan, akan diturunkan kepada sebuah negeri atau orang tertentu. Hukumnya adalah sunah muakkad, sangat dianjurkan kepada kaum muslimin dan muslimah tatkala kita ditimpa oleh kemarau seperti sekarang ini," ujarnya.
Ustaz La Rudi juga mengingatkan jemaah tentang kisah pada zaman Rasulullah SAW. Saat itu, seorang laki-laki datang mengadukan kondisi kemarau berkepanjangan yang melanda wilayahnya, dan Nabi pun mengajak umat untuk berdoa melalui salat Istisqa.
Rangkaian ibadah diawali dengan lantunan zikir bersama dan berlangsung khidmat. Setelah salat dan khotbah, acara ditutup dengan doa bersama yang kembali dipimpin oleh Ustaz La Rudi.
Seluruh jemaah memperbanyak istighfar dan bertaubat, kemudian menghadap kiblat sambil mengangkat tangan. Mereka memohon agar hujan yang turun nantinya membawa keberkahan dan negeri ini bebas dari bencana.
Kegiatan ini merupakan langkah ikhtiar spiritual yang dilakukan Pemkot Tidore di tengah kondisi kekeringan yang melanda. Pihak pemkot mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berdoa dan berikhtiar, sembari tetap menjaga lingkungan agar tetap lestari.