MALUKU UTARA — Perombakan total dilakukan pada sektor aerodinamika. Sayap depan dan belakang dirancang ulang sepenuhnya, tidak sekadar mengubah tampilan, tetapi menyelaraskan paket desain dengan generasi terbaru F1. Hasilnya, mobil F2 2027 diklaim mampu menempel ketat di tikungan tanpa kehilangan daya cengkeram aerodinamis, sebuah faktor krusial yang selama ini membatasi potensi overtaking di ajang junior ini.
CEO F2, Bruno Michel, menyambut baik kehadiran mobil anyar ini. Ia menegaskan komitmen pihaknya untuk terus menyediakan wadah terbaik bagi calon-calon pembalap F1 masa depan.
"Kami ingin tetap memberi wadah terbaik bagi pembalap masa depan yang akan naik kelas menuju F1. Dan mobil terbaru ini adalah wujud komitmen agar saat naik ke F1, pembalap tidak perlu adaptasi yang ekstrim," ungkap Bruno.
Selain ubahan aerodinamika, mobil F2 2027 juga dibekali fitur baru yang meningkatkan efisiensi jalannya balapan. Kini terdapat on-board starter yang memungkinkan pembalap menyalakan kembali mesin dari dalam kokpit setelah mengalami spin atau stall. Hal ini menghilangkan ketergantungan pada marshall untuk mendorong mobil, sehingga sesi balapan bisa berjalan lebih lancar tanpa gangguan yang tidak perlu.
Sektor powertrain juga mendapat sentuhan modern. Mobil balap ini telah mendukung penggunaan bahan bakar 100 persen ramah lingkungan yang dipasok Aramco, serupa dengan yang digunakan di F1. Sementara itu, Pirelli masih dipercaya sebagai pemasok ban tunggal untuk ajang ini.
Presiden dan CEO F1, Stefano Domenicali, menilai langkah ini sebagai upaya menyelaraskan ajang F2 dengan kebutuhan F1 modern. Ia menyebut mobil terbaru ini menggabungkan inovasi, keselamatan, dan persaingan ketat yang akan mewarnai ajang balap tersebut.
"F2 selama ini menjadi ajang pembuktian tertinggi bagi generasi penerus F1. Mobil terbaru ini menggabungkan inovasi, safety, serta persaingan ketat yang akan mewarnai ajang balap ini," ungkap Domenicali.
Sepanjang sejarahnya, ajang ini memang telah melahirkan banyak pembalap papan atas yang kini menghuni grid F1. Nama-nama seperti Charles Leclerc, George Russell, Lando Norris, Oscar Piastri, hingga pendatang baru yang sedang naik daun, Kimi Antonelli, adalah produk nyata dari kompetisi ketat di kelas ini. Dengan hadirnya regulasi teknis baru pada 2027, F2 berupaya memastikan siklus regenerasi pembalap berbakat itu terus berjalan mulus.