TERNATE — Program bantuan mesin kapal untuk nelayan di Maluku Utara terus berjalan. Pada tahap terbaru, sebanyak 18 unit mesin kapal diserahkan kepada nelayan yang tersebar di Halmahera Timur, Pulau Morotai, Tidore Kepulauan, dan Halmahera Barat, Sabtu (29/8/2026).
Dengan penyaluran ini, total mesin yang telah didistribusikan Pemerintah Provinsi Maluku Utara mencapai 438 unit sejak program digulirkan dalam 11 tahap.
Skema Bantuan: Mesin dari Pemprov, Body Kapal Lewat KUR
Berbeda dari program bantuan pada umumnya, nelayan penerima tidak serta-merta mendapatkan mesin secara cuma-cuma. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku Utara, Kadri Laetje, menjelaskan bahwa nelayan wajib mengakses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) terlebih dahulu untuk mendapatkan body kapal.
“Karena mereka tidak mendapatkan mesin secara cuma-cuma, tetapi harus mengajukan pinjaman KUR ke Bank BRI untuk mendapatkan body kapal,” kata Kadri seusai penyerahan di Ternate.
Skema ini dirancang agar nelayan turut berinvestasi dalam usaha mereka. Pemerintah provinsi menyediakan mesin kapal, sementara kebutuhan body kapal dipenuhi melalui pembiayaan perbankan dengan bunga rendah.
Verifikasi Ketat dan Kemitraan dengan Perbankan
Pemprov Maluku Utara menggandeng sejumlah bank, di antaranya BRI dan Bank Mandiri, untuk membuka akses pembiayaan bagi para nelayan. Sebelum pencairan, pemerintah melakukan sosialisasi program dan skema pembiayaan, lalu memverifikasi calon penerima untuk memastikan mereka benar-benar berprofesi sebagai nelayan aktif.
“Begitu dibuka, para nelayan di kabupaten/kota, di kampung, mereka datang ke unit-unit BRI. Lalu kemudian di unit BRI itu mereka berproses,” ujar Kadri.
Data pengajuan dari perbankan kemudian terhubung langsung dengan sistem Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku Utara. Mekanisme ini menjadi bagian dari pengawasan agar bantuan tepat sasaran.
Rincian Penerima dan Sisa Target 2026
Dari 18 unit yang disalurkan pada tahap ini, Halmahera Timur menerima jatah terbanyak dengan 13 unit. Disusul Pulau Morotai sebanyak lima unit, serta masing-masing satu unit untuk nelayan Tidore Kepulauan dan Halmahera Barat.
Mesin yang diberikan merupakan produk Yamaha. Dengan realisasi 438 unit hingga saat ini, masih tersisa sekitar 562 unit yang harus didistribusikan untuk mencapai target 1.000 unit hingga akhir 2026.