MALUKU UTARA — Perum Bulog Cabang Jember menyalurkan 13.425 ton beras ke enam provinsi sepanjang semester I 2026 melalui program Movement Nasional (Movnas). Pengiriman ini menegaskan posisi Jember sebagai salah satu penyangga pangan nasional dari Jawa Timur. Distribusi tersebut menyasar wilayah yang pasokan pangannya perlu ditopang, mulai dari Bali hingga Papua.
Pimpinan Cabang Bulog Jember, M. Ade Saputra, mengatakan Jember memiliki potensi pertanian yang besar sebagai salah satu sentra produksi pangan di Jawa Timur. Produksi dari wilayah ini tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, tetapi juga mendukung kebutuhan pangan di daerah lain melalui jaringan distribusi nasional.
Movnas semester I 2026 menjangkau enam provinsi: Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, Kalimantan Tengah, Maluku, dan Riau. Keenam wilayah itu dipilih karena membutuhkan pasokan pangan tambahan dari daerah surplus seperti Jember.
Program ini menjadi bagian dari upaya Bulog menjaga kelancaran distribusi pangan sekaligus memastikan ketersediaan dan stabilitas pasokan di berbagai wilayah. Pemerataan stok antarprovinsi menjadi kunci agar harga pangan tidak melonjak di daerah yang produksinya terbatas.
“Melalui movnas, komoditas pangan dari Jember didistribusikan ke enam provinsi menggambarkan sekaligus memperkuat posisi Jember sebagai salah satu daerah yang berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” kata Ade Saputra.
Jember selama ini dikenal bukan hanya karena Jember Fashion Carnaval (JFC), tetapi juga sebagai daerah penghasil tembakau berkualitas ekspor. Di sektor pangan, kabupaten ini masuk kategori lumbung pangan nasional bersama sejumlah sentra produksi lain di Jawa Timur.
Prinsip yang dipegang Bulog Jember dalam menjalankan Movnas adalah penanganan pemerataan pangan secara cepat dan tepat. Indonesia saat ini memiliki ketersediaan pangan yang cukup menuju swasembada pangan sebagai program andalan nasional.
Bulog Jember menyatakan akan terus berdedikasi dan berupaya mengoptimalkan seluruh penyerapan hasil produksi petani serta memperlancar distribusi pangan nasional. Dengan begitu, hasil pertanian Jember dapat terserap optimal dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat Indonesia.
Untuk movnas tahap berikutnya, Bulog Jember masih menunggu perintah dari pemerintah pusat. Ade Saputra menegaskan pihaknya siap menjalankan penugasan lanjutan begitu instruksi diterima.
“Dengan potensi pertanian yang dimiliki serta dukungan sistem distribusi Bulog, Jember diharapkan terus mampu mempertahankan kontribusinya sebagai salah satu penyangga pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Pengiriman 13.425 ton beras ke enam provinsi menjadi gambaran nyata bagaimana satu daerah sentra produksi menopang kebutuhan pangan wilayah lain. Bagi petani Jember, penyerapan hasil panen lewat jaringan Bulog menjadi jaminan pasar yang lebih stabil. Bagi daerah tujuan, pasokan dari Jember membantu menjaga harga dan ketersediaan pangan di pasar lokal.