PULAU TALIABU — Badan Narkotika Nasional Provinsi Maluku Utara menyambangi Kabupaten Pulau Taliabu dengan membawa dua agenda sekaligus: sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkotika dan pemeriksaan urine terhadap aparatur sipil negara serta anggota Kepolisian di jajaran Polres Pulau Taliabu. Pemeriksaan urine itu disebut untuk mendeteksi kemungkinan adanya ASN maupun polisi yang terlibat penyalahgunaan narkoba.
Namun, Pemkab Pulau Taliabu mengaku tidak mendapat informasi resmi soal rencana tes urine tersebut. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pulau Taliabu, Muhammad Amrul Badal, menegaskan pihaknya hanya memahami kunjungan BNN sebagai agenda kerja bersama pemerintah daerah dan sosialisasi bahaya narkoba.
"Kehadiran BNN hanya untuk kunker dengan Pemkab Pulau Taliabu dan sosialisasi bahaya terhadap narkoba ke seluruh kalangan organisasi," kata Amrul dalam kunjungan tersebut.
Saat dikonfirmasi soal rencana pemeriksaan urine terhadap ASN dan anggota Polri, Amrul menyatakan belum menerima penjelasan apa pun. Ia tidak bisa memastikan apakah tes urine benar-benar bagian dari rangkaian kunjungan BNN Maluku Utara ke Taliabu.
"Kalau kunker BNN untuk melakukan pengetesan urine terhadap ASN dan Polri, soal itu saya tidak tahu," ujarnya.
Pemkab Pulau Taliabu, menurut Amrul, juga belum mengetahui apakah kunjungan tersebut berkaitan dengan rencana pembangunan atau penempatan kantor BNN di wilayah Taliabu. Ia menyebut pihaknya akan menanyakan lebih dulu soal itu kepada pimpinan daerah.
"Kalau soal kantor BNN, nanti kami tanyakan lagi kepada pimpinan. Tapi, kami hanya menyiapkan kegiatan untuk sosialisasi bahaya terhadap narkoba saja," katanya.
Kegiatan sosialisasi BNN Maluku Utara di Pulau Taliabu melibatkan sejumlah unsur pemerintah dan masyarakat. Peserta yang disebut terlibat antara lain organisasi perangkat daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, organisasi kepemudaan, pelajar SMP, SMK, dan SMA, organisasi perempuan, KAHMI, FORHATI, Pemuda Muhammadiyah, AP2T, Nahdlatul Ulama, serta Gerakan Pemuda Ansor.
Amrul menambahkan, hingga kini pihaknya belum memperoleh informasi lebih lanjut soal rencana penempatan kantor BNN di Pulau Taliabu. "Untuk penempatan BNN di Taliabu belum juga kami ketahui," ujarnya.
Agenda pemeriksaan urine terhadap ASN dan anggota Polri di jajaran Polres Pulau Taliabu masih menunggu penjelasan resmi dari BNN Maluku Utara. Belum ada keterangan dari pihak BNN maupun Polres Pulau Taliabu mengenai jadwal, jumlah peserta, atau mekanisme tes urine tersebut.