TERNATE — Kepengurusan Mata Garuda Maluku Utara periode 2026-2029 dikukuhkan di Ternate, Sabtu, 27 September 2026. Bukhari Fauzul Rahman dipercaya memimpin organisasi alumni dan penerima beasiswa LPDP tersebut. Proses pengukuhan ini menuntaskan rangkaian pemilihan yang digelar pada 23 Agustus 2026.
Ketua Umum Mata Garuda, Wahyu Bagus Yuliantok, hadir langsung dalam pengukuhan itu. Turut menyaksikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Provinsi Maluku Utara, Sakop.
Wahyu menilai penerima dan alumni LPDP di Maluku Utara punya kapasitas akademik dan profesional yang memadai. Menurutnya, kemampuan itu belum sepenuhnya dipakai untuk mengambil peran besar dalam pembangunan daerah.
Ia mendorong Mata Garuda Maluku Utara aktif menyumbang gagasan lewat bidang keahlian masing-masing. Kolaborasi dengan pemerintah daerah juga diminta diperkuat.
Persoalan pembangunan, kata Wahyu, tidak cukup dibicarakan dari ruang-ruang pemerintahan. Dibutuhkan sumber daya manusia dengan kapasitas dan perspektif yang mampu menawarkan solusi berbasis pengetahuan dan pengalaman.
"Kami yakin dengan kapasitas yang dimiliki oleh teman-teman di Maluku Utara, alumni ataupun penerima beasiswa LPDP dapat menjadi pembeda dan aktor utama dalam mengatasi persoalan di daerah," kata Wahyu.
Kepala Kanwil DJPb Maluku Utara, Sakop, menyatakan Kementerian Keuangan siap mendukung program Mata Garuda. Organisasi itu juga didorong mendapat ruang dalam pembahasan kebijakan publik yang relevan.
Sakop menyebut setidaknya ada tiga peran yang dapat dimainkan Mata Garuda Maluku Utara:
"Jadi bukan hanya menjadi organisasi alumni, tetapi juga memiliki kontribusi terhadap pembangunan di Maluku Utara," ujarnya.
Bukhari Fauzul Rahman mengatakan visi "Berdaya, Berdampak, dan Bermakna" lahir dari semangat penerima beasiswa LPDP. Manfaat yang diperoleh selama menempuh studi harus dikembalikan lewat kontribusi nyata kepada masyarakat.
Kapasitas yang dimiliki para alumni, menurutnya, perlu diterjemahkan menjadi kerja yang berdampak pada persoalan pembangunan dan kebutuhan warga.
"Semangat berdaya, berdampak dan bermakna ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk memberikan kontribusi bagi daerah," kata Bukhari.
Dalam kepengurusan baru, Bukhari membentuk lima bidang. Ali Firdaus dipercaya sebagai Sekretaris dan Nurul Endahwati menjabat Bendahara. Keduanya alumni LPDP Program Manajemen Universitas Indonesia.
Bukhari sendiri merupakan alumni LPDP program Master of Public Policy specialising in Policy Studies di Monash University, Australia. Saat menjalani studi, ia dipercaya sebagai pemimpin penerima beasiswa atau Lurah LPDP.
Dengan komposisi itu, Mata Garuda Maluku Utara tidak hanya dituntut menjaga jejaring alumni. Organisasi ini juga perlu membuktikan bahwa investasi negara melalui beasiswa LPDP kembali dalam bentuk gagasan, keahlian, dan kontribusi nyata untuk Maluku Utara.